See More
30 Juli 2026, 19:11

30 Juli 2026, 18:26

30 Juli 2026, 17:57

30 Juli 2026, 17:39
30 Juli 2026, 17:17

30 Juli 2026, 16:35
antisipasi|musim kemarau|pompa air|kementan|mentan andi amran sulaiman
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Sebagai bentuk antisipasi menghadapi kekeringan pada sawah di musim kemarau, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan 100 ribu pompa air.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyebutkan, bahwa biasanya musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan Agustus dan bisa berlangsung selama tiga bulan.
Setelah itu, masuk musim hujan pada November.
“Ya memang musimnya. Tapi kita sudah antisipasi. Kenapa? Pompa ada Rp 100 ribu lebih,” katanya di kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Senin (27/7).
Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU, dengan menjaga sistem pengairan ke persawahan.
Hal itu juga sudah ditindaklanjuti oleh Dirjen Lahan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto.
"Sudah, dari awal sudah terkoordinasi dan setiap ada beberapa titik yang menjadi apa kekeringan yang sangat ekstrem itu kita langsung turun bersama, kata Hermanto.
Tak berhenti sampai disitu, saat ini Ditjen LIP juga sudah melakukan pemetaan terkait beberapa daerah yang potensial mengalami kekeringan.
Beberapa daerah tersebut menurutnya ada di Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.
Hermanto mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk merumuskan langkah tepat dalam penanganan kekeringan tersebut.
“Jadi ada beberapa titik khususnya di Pulau Jawa, sudah mulai apa beberapa lokasi itu terjadi kekeringan, tapi kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hari Rabu ya rencananya itu kita mau rakor untuk bisa melakukan konsolidasi lagi, supaya di lapangan kita bisa lebih cepat lagi dari sekarang gerakan-gerakan kalau memang terjadi kekeringan,” bebernya.