PT Credit Bureau Indonesia (CBI)|Andalan UMKM|aplikasi Sapa UMKM|Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)|pembiayaan perbankan|Pembiayaan UMKM|kementerian umkm

69,5% UMKM Masih Sulit Akses Kredit Bank, CBI Gandeng Kementerian UMKM Lewat SAPA UMKM

Oleh: Harry

28 Juli 2026, 16:31
69,5% UMKM Masih Sulit Akses Kredit Bank, CBI Gandeng Kementerian UMKM Lewat SAPA UMKM

Foto : istimewa

Pasardana.id - Sekitar 69,5% pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih belum dapat mengakses pembiayaan perbankan.

Kendala tersebut bukan hanya karena terbatasnya akses, tetapi juga akibat rendahnya kesiapan administrasi dan profil usaha saat mengajukan kredit.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi menjadi mitra ekosistem SAPA UMKM, platform digital terintegrasi milik Kementerian UMKM.

Melalui integrasi platform Andalan UMKM, lebih dari 57 juta UMKM yang menjadi target pengguna SAPA UMKM diharapkan memiliki profil usaha yang lebih kredibel sehingga lebih siap memperoleh pembiayaan formal.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja.

Namun, mayoritas pelaku usaha masih terkendala minimnya riwayat kredit, kelengkapan dokumen, serta profil usaha yang belum memadai.

Melalui integrasi tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses empat layanan utama Andalan UMKM, yakni pemeriksaan kelengkapan dokumen, penilaian profil usaha, rekomendasi peningkatan kesiapan pembiayaan, serta profil usaha terverifikasi yang dapat mempercepat proses verifikasi oleh lembaga keuangan.

Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, Anang Rachman mengatakan, SAPA UMKM dikembangkan sebagai platform nasional yang mengintegrasikan data, layanan, dan berbagai program pemerintah guna mempermudah UMKM memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, perlindungan usaha, hingga masuk ke ekosistem digital.

"Kehadiran SAPA UMKM diharapkan mampu mewujudkan sistem satu data UMKM yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Platform ini juga menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM, termasuk dalam memperoleh akses pembiayaan," ujar Anang, dalam siaran pers, Selasa (28/7).

"Lebih dari itu, SAPA UMKM akan mendorong semakin banyak UMKM masuk ke dalam ekosistem digital sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usahanya," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo menilai, hambatan terbesar UMKM memperoleh pembiayaan bukan terletak pada potensi bisnis, melainkan kesiapan data dan administrasi.

Menurutnya, integrasi Andalan UMKM ke SAPA UMKM memungkinkan pelaku usaha memahami profil usahanya, memperbaiki aspek yang masih kurang, dan meningkatkan peluang memperoleh kredit dari lembaga keuangan.

"Selama lima tahun terakhir, CBI membangun infrastruktur data untuk mendukung kesiapan UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal. Namun, kami belajar bahwa data saja tidak cukup, pelaku usaha juga perlu memahami bagaimana data tersebut membentuk profil kredit mereka. Melalui integrasi Andalan UMKM ke dalam SAPA UMKM, kami ingin memberikan akses bagi setiap pelaku UMKM untuk memahami profil usahanya, mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, dan mempersiapkan diri sebelum mengajukan pembiayaan. Kami percaya bahwa pelaku usaha yang memahami profil usahanya akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan dan mengembangkan bisnisnya," ujar Anton.

Adapun kerja sama ini merupakan tindak lanjut perjanjian antara CBI dan Kementerian UMKM yang ditandatangani pada 29 Juni 2025.

Melalui integrasi tersebut, pemerintah dan CBI berharap semakin banyak UMKM memiliki rekam jejak kredit yang baik sehingga akses terhadap pembiayaan formal dapat meningkat secara berkelanjutan.

Berita Terkini

See More