See More

23 Juli 2026, 17:02

23 Juli 2026, 16:36

23 Juli 2026, 15:42

23 Juli 2026, 14:50

23 Juli 2026, 14:49

23 Juli 2026, 14:38
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk|BMRI|Laba bank mandiri
Oleh: Issa

foto: dok. Bank Mandiri
Pasardana.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX:BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp30,4 triliun pada semester I 2026, meningkat 24,4% secara tahunan (year on year/YoY), ditopang pertumbuhan kredit yang kuat dan kualitas aset yang tetap terjaga.
Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo mengatakan, pendapatan perseroan juga tumbuh 10,3% YoY seiring ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit bank only mencapai Rp1.592 triliun, naik 19,9% YoY, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 17,1% YoY menjadi Rp1.710 triliun.
"Pencapaian laba ini adalah hasil dari kualitas ekspansi kredit yang kami jaga, dengan penyaluran yang difokuskan ke sektor produktif dan padat karya, sehingga berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di berbagai wilayah Indonesia," ujar Totok, Kamis (23/7/2026).
Dari sisi profitabilitas, Net Interest Margin (NIM) tercatat 4,37% per Juni 2026, dibandingkan 4,63% pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, efisiensi operasional membaik dengan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank only turun menjadi 57,6%, membaik 6,2 poin secara tahunan.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, peningkatan produktivitas didukung penguatan kapabilitas digital yang turut mendorong efisiensi operasional.
Kinerja keuangan Bank Mandiri juga ditopang kualitas aset yang tetap solid. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross bank only membaik menjadi 0,98%, sementara Cost of Credit (CoC) turun menjadi 0,52%. Perseroan juga mempertahankan NPL Coverage Ratio sebesar 242%, mencerminkan pencadangan yang kuat.
Direktur Risk Management Bank Mandiri Danis Subyantoro menegaskan, "Kami memastikan pertumbuhan kredit selalu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga. Prinsip kehati-hatian inilah yang menjaga akselerasi bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang."
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan pertumbuhan kredit didorong oleh sinergi berbagai ekosistem ekonomi, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah hingga penguatan UMKM.
"Ekosistem-ekosistem ini saling melengkapi dan turut menopang penyaluran program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan proyek strategis pemerintah, penguatan daya saing pelaku usaha, hingga perluasan akses finansial bagi UMKM dan masyarakat," ujar Riduan.
Riduan menambahkan, fundamental yang kokoh ini menjadi bekal kami untuk terus tumbuh, memperdalam penetrasi ekosistem Mandiri Group, serta menghadirkan layanan finansial yang menyeluruh bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Dengan begitu, kami optimistis Bank Mandiri akan terus menjadi pemimpin nasional sejalan dengan visi The Best Financial Institution in Southeast Asia, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi."