PT Kereta Api Indonesia (Persero)|integrasi stasiun|Stasiun Karet|stasiun bni city|Layanan Transportasi

Bos KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Dapat Beroperasi di Bulan September

Oleh: Ronal

14 Juli 2026, 00:52
Bos KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Dapat Beroperasi di Bulan September

Foto : istimewa

Pasardana.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) semakin percaya diri untuk menghadirkan perjalanan pelanggan yang lebih aman, nyaman serta terintegrasi, khususnya di Ibu Kota Jakarta.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memastikan bahwa kesiapan operasional integrasi di Stasiun Karet dan Stasiun BNI City.

“Integrasi Karet dan BNI City kami siapkan untuk membuat perjalanan pelanggan lebih aman dan lebih nyaman," kata Bobby dalam keterangan di Jakarta, Senin, (13/7).

Pihaknya pun menargetkan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dapat mulai beroperasi pada 28 September 2026.

Integrasi tersebut disiapkan sebagai bagian dari peningkatan layanan KRL Jabodetabek melalui penataan alur pelanggan, penguatan keselamatan operasi, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.

Disampaikan Bobby, rencana tersebut disiapkan dengan prinsip kehati-hatian. Pasalnya, Stasiun Karet telah menjadi bagian dari aktivitas harian banyak pelanggan dan masyarakat sekitar.

Pihaknya juga memahami kawasan tersebut hidup bersama aktivitas masyarakat, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha sekitar.

"Karena itu, penataannya harus dilakukan dengan baik, bertahap, dan tetap mendengar masukan,” ujar Bobby, seperti dikutip Antara.

Dalam rencana integrasi tersebut, area Stasiun Karet akan diarahkan menjadi concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City.

KAI juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara agar perpindahan pelanggan menuju BNI City dapat dilakukan lebih nyaman.

Aktivitas gate-in dan gate-out pelanggan nantinya dipusatkan di Stasiun BNI City, sementara kawasan Karet tetap disiapkan sebagai akses pendukung yang tertata.

Bobby kembali menjelaskan, integrasi ini didorong oleh kebutuhan keselamatan dan pelayanan. Jarak Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City yang sangat berdekatan mempengaruhi pola operasi perjalanan kereta api.

Selain itu, aktivitas naik turun, pengantaran, dan penjemputan pelanggan di sekitar Stasiun Karet perlu ditata agar lebih aman bagi pelanggan, pengguna jalan, serta masyarakat sekitar.

“Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang, dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya,” beber Bobby.

Berdasarkan data KAI, kawasan Karet dan BNI City merupakan salah satu titik layanan dengan aktivitas pelanggan yang besar.

Dengan fungsi tersebut, integrasi Karet–BNI City disiapkan untuk memperkuat alur pelanggan di kawasan yang melayani perjalanan komuter, perpindahan antarmoda, serta akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.

KAI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penataan kawasan berjalan selaras.

Koordinasi tersebut mencakup pengaturan akses pejalan kaki, area pengantaran dan penjemputan, pergerakan ojek pangkalan dan ojek daring, serta kegiatan masyarakat yang selama ini berada di sekitar Stasiun Karet.

Bobby menegaskan, KAI akan menyiapkan masa transisi dengan informasi yang jelas kepada pelanggan, sebut saja seperti petunjuk arah, petugas layanan, sosialisasi, serta pengaturan arus pelanggan akan disiapkan agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik oleh masyarakat.

KAI juga melihat integrasi Karet dan BNI City sebagai bagian dari pembenahan layanan transportasi publik di kawasan pusat Jakarta.

Dengan fasilitas penghubung yang lebih nyaman, pelanggan dapat berpindah melalui jalur yang lebih tertata, terlindung dari cuaca, dan memiliki alur yang lebih aman dibandingkan kondisi saat ini.

Berita Terkini

See More