ANALIS MARKET (10/7/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Naik untuk Tes Resistance di 5950-6050
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (9/7), ditopang rally saham semikonduktor dan pelemahan harga minyak di tengah memanasnya kembali ketegangan antara AS dan Iran. Indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan melonjak 1,30%, S&P 500 naik 0,81% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,27%. Penguatan pasar dipimpin oleh sektor semikonduktor. ETF VanEck Semiconductor (SMH) melonjak 2,5%, didorong kenaikan saham Micron Technology sebesar 4,5%. Sementara itu, saham Sandisk melesat 7,6%. Penguatan juga terjadi di bursa Eropa. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup naik 0,8% seiring investor terus memantau perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah. Dari sisi geopolitik, Komando Pusat AS (US Central Command) menyatakan Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut. Serangan terbaru dilakukan setelah Teheran menyerang kapal-kapal komersial di sekitar Selat Hormuz, yang mengganggu lalu lintas pelayaran di jalur perdagangan energi penting tersebut. Meski demikian, harga minyak justru melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi Washington untuk mencapai kesepakatan. Upaya mediasi juga dilakukan Qatar dan Pakistan guna membawa kedua negara kembali ke meja perundingan. Pernyataan tersebut berbalik dari sikap Trump sehari sebelumnya yang mengaku tidak lagi tertarik untuk bernegosiasi dengan Iran. Sebelumnya, Trump juga menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir setelah serangkaian serangan baru di Timur Tengah.
Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Kamis (9/7), didorong rally saham-saham semikonduktor setelah sebelumnya mengalami aksi jual. Namun, penguatan pasar tertahan oleh lonjakan harga minyak akibat kembali memanasnya konflik di kawasan Teluk yang menyebabkan kekhawatiran inflasi dan menekan pasar obligasi global. Bursa saham di Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, mayoritas naik. Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,4%, dan TOPIX menguat 0,4%. Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,62%, dan Kosdaq melesat 1,15%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 0,70%, S&P/ASX 200 Australia melemah 0,26%, dan Taiex Taiwan berkurang 0,83%.
Sementara itu, IHSG kemarin (09/7) ditutup naik 0.67%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp674 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah MAPI, BBRI, BRMS, AMMN dan CPIN.
“Hari ini, IHSG potensi naik untuk tes resistance di 5950-6050. Hati-hati sepanjang belum break di atas 6050, IHSG masih rentan kembali koreksi. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah Rupiah yang telah menembus Rp 18.100. Diperkirakan Support IHSG: 5800-5870 dan Resist IHSG: 5970-6050,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (10/7).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BRMS, AMMN, BRPT, BNBR, CPIN, dan HRTA.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
BRMS Buy if Break 496, dengan target dekat di 500-520. Cutloss di bawah 490.
AMMN Spec Buy dengan area beli di 3430-3450, cutloss di bawah 3400. Target dekat di 3490-3530.
BRPT Spec Buy dengan area beli di 1580-1600, cutloss di bawah 1560. Target dekat di 1650-1700.
BNBR Spec Buy dengan area beli di 86-89, cutloss di bawah 85. Target dekat di 91-93.
CPIN Spec Buy dengan area beli di 3040-3070, cutloss di bawah 3030. Target dekat di 3090-3110.
HRTA Spec Buy dengan area beli di 1745, cutloss di bawah 1740. Target dekat di 1755-1770.
Disclaimer on




