PGUN|PT Pradiksi Gunatama Tbk|kinerja perusahaan|Jonet Budiarto|Free Float

PGUN Catat Kinerja Moncer! Raup Laba Rp159,3 Miliar dan Siapkan Langkah Besar Kejar Target Free Float BEI

Oleh: Corri

09 Juni 2026, 10:51
PGUN Catat Kinerja Moncer! Raup Laba Rp159,3 Miliar dan Siapkan Langkah Besar Kejar Target Free Float BEI

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Perusahaan perkebunan dan industri kelapa sawit terintegrasi, PT Pradiksi Gunatama Tbk (IDX: PGUN) sukses menyelenggarakan Paparan Publik (Public Expose) Tahunan 2026.

Dalam paparan tersebut, Perseroan mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang sangat memuaskan sepanjang tahun buku 2025 yang didorong oleh penguatan harga pasar produk sawit, sekaligus memaparkan rencana strategis pemenuhan ketentuan saham publik (free float).

Direktur Utama PT Pradiksi Gunatama Tbk, Jonet Budiarto, menyampaikan bahwa capaian tahun 2025 menunjukkan ketahanan model bisnis Perseroan di tengah dinamika industri kelapa sawit

“Kami bersyukur dapat menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan laba bersih lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada peningkatan produktivitas kebun, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujarnya, seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Selasa (09/6).

Dijelaskan, capaian Kinerja Keuangan 2025 mencatat pertumbuhan signifikan yang didukung oleh penguatan harga pasar produk sawit serta optimalisasi operasional.

Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan finansial yang signifikan di tahun 2025, antara lain Penjualan Bersih mencapai Rp792,72 miliar, tumbuh sebesar 7% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 738,57 miliar, selain itu Laba Kotor meningkat 27% menjadi Rp277,30 miliar dari Rp218,92 miliar pada tahun sebelumnya, dengan margin laba kotor naik ke level 35%.

Laba Bersih Perseroan melonjak 101% menjadi Rp159,31 miliar dari Rp79,18 miliar pada tahun sebelumnya, mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam memanfaatkan momentum harga komoditas yang kondusif serta menjaga efisiensi operasional.

Pertumbuhan ini turut meningkatkan Laba per Saham Dasar Perseroan menjadi Rp27,76 per saham.

Hingga periode triwulan pertama (TW-1) tahun 2026, kinerja positif tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026, Perseroan membukukan Penjualan Bersih sebesar Rp166,54 miliar dan Laba Bersih sebesar Rp32,48 miliar, mencerminkan keberlanjutan fundamental usaha yang solid.

Di sisi neraca keuangan, posisi modal atau ekuitas Perseroan juga terus menguat mencapai Rp1.950,92 miliar per 31 Maret 2026 dengan rasio pinjaman terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) yang sangat aman di level 0,17x.

Dari sisi operasional kebun, total produksi Tandan Buah Segar (TBS) Perseroan sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 238.404 Metrik Ton (MT), tumbuh 7% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 223.235 MT.

Peningkatan ini diraih berkat pemeliharaan dan pemupukan tanaman yang optimal.

Dari hasil olahan di Pabrik Kelapa Sawit (PKS), PGUN memproduksi 50.286 Ton Minyak Sawit (CPO) dan 9.707 Ton Inti Sawit (PK) pada tahun 2025. Seluruh produk yang dihasilkan diserap 100% oleh pasar domestik/lokal.

Rencana Strategis Pemenuhan Free Float Saham

Sejalan dengan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal, PGUN juga memaparkan rencana strategis pemenuhan ketentuan persentase minimum saham publik (free float).

Berdasarkan surat dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan diwajibkan memenuhi ketentuan free float sebesar 12,5% paling lambat 31 Maret 2027 dan meningkat menjadi 15% pada tahun 2028. Saat ini, kepemilikan saham publik/masyarakat di PGUN berada di level 7,62%.

Untuk memenuhi sisa kekurangan sekitar 4,88% pada tahap awal, Perseroan bersama pemegang saham pengendali telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar serta kepentingan seluruh pemegang saham.

Manajemen PGUN meyakini bahwa peningkatan porsi saham publik ini tidak sekadar memenuhi regulasi bursa, melainkan akan berdampak positif pada likuiditas perdagangan saham PGUN, memperluas akses pendanaan jangka panjang, memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance), serta mengoptimalkan valuasi jangka panjang perusahaan.

Dengan fundamental keuangan yang kuat, tingkat leverage yang rendah, serta prospek industri yang tetap positif, Perseroan optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Berita Terkini

See More