jeffry hendrik|RUPST|Bursa Efek Indonesia|kapitalisasi pasar|Investor pasar modal|Rata Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH)

Jeffrey Hendrik Pasang Target Ambisius! BEI Incar Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun dan 35 Juta Investor pada 2030

Oleh: Harry

29 Juni 2026, 15:27
Jeffrey Hendrik Pasang Target Ambisius! BEI Incar Kapitalisasi Pasar Rp30.000 Triliun dan 35 Juta Investor pada 2030

Foto : istimewa

Pasardana.id – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jeffrey Hendrik, langsung mematok target ambisius bagi pengembangan pasar modal Indonesia hingga 2030.

Melalui peta jalan jangka menengah tersebut, BEI menargetkan lonjakan signifikan pada berbagai indikator utama guna memperkuat posisi pasar modal sebagai salah satu pilar pembiayaan ekonomi nasional.

Dalam paparannya saat pers conference di Jakarta, Senin (29/6), Jeffrey menetapkan empat sasaran strategis BEI menuju 2030, yakni:

-Pertumbuhan bisnis transaksi, dengan fokus meningkatkan aktivitas dan likuiditas perdagangan di pasar modal.

-Pengembangan bisnis non-transaksi, melalui diversifikasi sumber pendapatan Bursa di luar aktivitas perdagangan saham.

-Peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, sehingga semakin banyak perusahaan berkualitas yang memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.

-Peningkatan inklusivitas untuk segmen investor, dengan memperluas partisipasi masyarakat dan meningkatkan literasi pasar modal di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan empat pilar tersebut, BEI menetapkan sejumlah target kuantitatif yang ingin dicapai pada 2030.

Target terbesar adalah kapitalisasi pasar yang diproyeksikan mencapai Rp30.000 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp15.849 triliun.

Peningkatan kapitalisasi pasar diharapkan didorong oleh bertambahnya jumlah emiten, meningkatnya valuasi perusahaan tercatat, serta masuknya lebih banyak investor ke pasar modal Indonesia.

Dari sisi aktivitas perdagangan, BEI membidik rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp31 triliun per hari pada 2030. Angka tersebut meningkat sekitar 71% dibandingkan realisasi Rp18,1 triliun per hari pada 2025.

Likuiditas yang semakin tinggi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pasar, memperkuat kepercayaan investor, sekaligus meningkatkan daya saing Bursa Efek Indonesia di kawasan regional.

Sementara itu, jumlah perusahaan tercatat ditargetkan menembus lebih dari 1.100 emiten pada 2030, meningkat dari 956 perusahaan pada 2025.

Target tersebut mencerminkan optimisme BEI bahwa semakin banyak perusahaan nasional akan memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan untuk ekspansi bisnis.

Di sisi investor, BEI juga menargetkan jumlah investor pasar modal mencapai 35 juta Single Investor Identification (SID) pada 2030, naik signifikan dibandingkan 20,3 juta investor pada akhir 2025.

Perluasan basis investor tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan inklusivitas pasar modal, sehingga kepemilikan instrumen investasi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Selain itu, indikator Market Capitalization to Gross Domestic Product (Market Cap/GDP) juga ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 83% pada 2030, dibandingkan 66,5% pada 2025.

Rasio tersebut menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan kedalaman pasar modal terhadap ukuran perekonomian nasional. Semakin tinggi rasio tersebut, semakin besar pula peran pasar modal dalam mendukung pembiayaan pertumbuhan ekonomi.

Dengan empat sasaran strategis dan target-target tersebut, manajemen baru di bawah kepemimpinan Jeffrey Hendrik ingin mendorong transformasi Bursa Efek Indonesia menjadi bursa yang semakin likuid, inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.

"Melalui penguatan bisnis transaksi dan non-transaksi, peningkatan kualitas emiten, serta perluasan basis investor, BEI menargetkan pasar modal Indonesia mampu naik kelas dan memainkan peran yang lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional hingga 2030," tandas Jeffrey .

Berita Terkini

See More