Kinerja Perusahaan BUMN|PT Pertamina (Persero)|setoran pajak|Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Kinerja Tunjukan Tren Positif di 2025, Setoran Pertamina ke Negara Capai Rp360,76 triliun

Oleh: Ronal

25 Juni 2026, 01:19
Kinerja Tunjukan Tren Positif di 2025, Setoran Pertamina ke Negara Capai Rp360,76 triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengungkap kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan kemampuan dalam menjaga ketahanan energi sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Hal tersebut dibuktikan lewat penerimaan negara yang terus menunjukkan tren positif, dimana epanjang tahun buku 2025, perusahaan energi pelat merah tersebut menyetorkan Rp360,76 triliun kepada negara melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.

"Secara keseluruhan, capaian tahun buku 2025 menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Simon dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6) beberapa hari lalu.

Simon bilang, setoran tersebut menjadi salah satu bentuk peran strategis Pertamina tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai kontributor penting bagi keuangan negara.

Dan tak hanya setoran kepada negara, Pertamina juga membukukan pendapatan sebesar Rp1.167,99 triliun dengan EBITDA mencapai Rp188,33 triliun dan laba bersih sebesar Rp55,20 triliun sepanjang 2025. Kontribusi ekonomi Pertamina juga tercermin dari realisasi investasi domestik yang mencapai Rp97,20 triliun.

Perseroan turut mencatat penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) sebesar Rp531,5 triliun yang memberikan dampak berganda terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Sedangkan dari sisi operasional, Pertamina mempertahankan produksi minyak dan gas bumi di atas 1 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).

Sementara itu di sektor hilir, perusahaan memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional, sementara bisnis gas mencatat pertumbuhan volume transmisi sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertamina juga terus menjalankan agenda transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan serta program dekarbonisasi.

Dimana, sepanjang 2025, berbagai inisiatif tersebut berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton setara karbon dioksida (CO2e).

Ditegaskan Simon, capaian tersebut tidak semata-mata mencerminkan kinerja korporasi, melainkan juga tanggung jawab perusahaan dalam memastikan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor produktif nasional tetap terjaga.

"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mengatakan keputusan yang dihasilkan dalam RUPS diharapkan dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi kepada negara dan masyarakat.

"Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang," tutur Iriawan.

Berita Terkini

See More