DoctorTool Tembus Summer Davos 2026, Buktikan Inovasi Kesehatan RI Mendunia
Oleh: Harry

Foto : Rainaldo, CEO dan Co-Founder DoctorTool (Ist)
Pasardana.id - DoctorTool, perusahaan healthtech yang sudah melayani lebih dari 2.500 fasilitas kesehatan di 37 provinsi Indonesia, tengah mengambil bagian aktif dalam World Economic Forum Annual Meeting of the New Champions 2026 (Summer Davos) yang berlangsung pada 23 hingga 25 Juni 2026 di Dalian, Tiongkok.
Sebagai satu-satunya perusahaan healthtech Indonesia di forum tersebut, DoctorTool membawa perspektif Indonesia ke dalam percakapan global mengenai masa depan layanan kesehatan.
Sepanjang acara, DoctorTool terlibat dalam sesi-sesi strategis dan pertemuan dengan para pemimpin global di bidang kesehatan, teknologi, kebijakan, dan investasi.
Diskusi berpusat pada tema-tema yang menjadi inti pekerjaan DoctorTool: penuaan populasi di Asia, transformasi kesehatan digital, kecerdasan buatan yang bertanggung jawab, dan bagaimana memperluas akses layanan kesehatan primer yang berkualitas di pasar berkembang.
Membawa Perspektif Indonesia ke Panggung Global
AMNC, yang dikenal sebagai Summer Davos, adalah pertemuan tahunan World Economic Forum yang menghimpun lebih dari 2.000 pemimpin dari dunia usaha, pemerintahan, akademisi, dan kalangan inovator.
Tahun ini forum mengangkat tema Innovating at Scale, dengan fokus pada bagaimana inovasi dan teknologi dapat menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat.
Bagi DoctorTool, keterlibatan ini merupakan kelanjutan dari World Economic Forum’s UpLink x Manulife Innovating for Asia's Demographic Future Challenge 2025, sebuah tantangan global yang berfokus pada solusi untuk masa depan demografi Asia.
“Indonesia memiliki cerita yang layak didengar dunia. Kami membangun DoctorTool dari realitas lapangan layanan kesehatan primer di negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Di forum seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa solusi healthtech yang lahir dari tantangan Indonesia memiliki relevansi global, sekaligus belajar dari para inovator kesehatan dari seluruh dunia,” ujar Rainaldo, CEO dan Co-Founder DoctorTool, dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6).
Fokus pada Penuaan Populasi dan Akses Kesehatan
Salah satu tema utama yang DoctorTool soroti di Dalian adalah dampak penuaan populasi terhadap sistem kesehatan dan ekonomi di Asia. Seiring bertambahnya usia penduduk di kawasan ini, kebutuhan akan layanan kesehatan primer yang terjangkau, terintegrasi, dan berbasis data menjadi semakin mendesak.
DoctorTool melihat persinggungan yang kuat antara isu ini dengan model yang telah dibangun perusahaan di Indonesia, mulai dari sistem manajemen klinik, perangkat IoMT, hingga aplikasi pasien, yang seluruhnya terintegrasi dengan SATUSEHAT dan BPJS Kesehatan.
DoctorTool juga berbagi pengalaman tentang bagaimana teknologi dapat menjangkau komunitas yang selama ini kurang terlayani, dari kota besar hingga wilayah terpencil, sejalan dengan misi perusahaan untuk menghadirkan akses dan kualitas layanan kesehatan yang setara bagi setiap warga Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
“Yang kami bawa pulang dari Dalian bukan hanya koneksi, tetapi juga pelajaran. Banyak tantangan kesehatan yang kami hadapi di Indonesia ternyata juga dihadapi negara lain, dan ada banyak ruang untuk saling belajar. Kami pulang dengan semangat baru untuk memperkuat dampak DoctorTool di seluruh Nusantara,” tambah Rainaldo.





