See More

25 Juni 2026, 13:07

25 Juni 2026, 13:01

25 Juni 2026, 12:44

25 Juni 2026, 12:29

25 Juni 2026, 12:17

25 Juni 2026, 10:35
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada perdagangan Selasa (23/6). Pelemahan dipimpin oleh aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan semikonduktor yang memicu gelombang koreksi di pasar global. Indeks Nasdaq Composite terkoreksi 2,21%, S&P 500 turun 1,44% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,09%. Tekanan terbesar datang dari saham-saham AI. Produsen chip memori Micron Technology anjlok 13%, diikuti Sandisk melemah 13%. Selain itu, saham Seagate Technology turun lebih dari 5%, Intel melemah 6%, Advanced Micro Devices (AMD) turun hampir 6%, dan Qualcomm jatuh sekitar 8%. Sedangkan, saham-saham defensif seperti Walmart, Procter & Gamble, serta Johnson & Johnson juga bergerak positif. Sementara itu, saham IBM melonjak 5% setelah memperoleh rekomendasi ‘overweight’ dari JPMorgan. Saham Sherwin-Williams dan Merck juga ditutup menguat. Sementara itu, Alphabet kembali berada di bawah tekanan dengan penurunan 1%, setelah sehari sebelumnya merosot 5%. Investor masih mencermati kabar hengkangnya sejumlah talenta AI penting dari perusahaan induk Google tersebut.
Di sisi lain, Bursa Asia turun signifikan pada perdagangan Selasa (23/6). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 3,55%, dan Topix melemah 2,56%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,82%, Taiex Taiwan berkurang 1,34%, ASX 200 Australia terkoreksi 0,33%, dan CSI 300 China turun 2,77%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 10%, dan Kosdaq merosot 7,94%. Di sisi lain, Straits Times naik tipis 0,03% dan FTSE Malaysia melemah 1,23%. Pelemahan di pasar saham Korea Selatan, menyebabkan trading halt (penghentian perdagangan sementara). Penurunan dipicu oleh meningkatnya tekanan aksi ambil untung dari investor asing. Harga saham produsen chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix turun lebih dari 12%, sementara LG Electronics turun lebih dari 6%. Selain itu, saham Hyundai Motor dan KIA juga melemah lebih dari 12%. Di sisi global, AS memberikan lisensi 60 hari yang memungkinkan Iran untuk menjual minyak di pasar internasional.
Sementara itu, IHSG kemarin (23/6) ditutup turun 0.25%, ke level 6,101.33 dan disertai dengan net sell asing sebesar Rp311.60 B. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, DSSA, NATO, BBCA dan ASII.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, setelah IHSG tes support di 6000, IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound hari ini. Tapi hati-hati karena IHSG masih rentan untuk koreksi. Diperkirakan Support IHSG: 6060-6000 dan Resist IHSG: 6160-6190,” sebut Muhammad Lutfi Permana selaku Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Rabu (24/6).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: RAJA, DSSA, OASA, ESSA, JSMR, dan ISAT.
Berikut ini rekomendasi tradingnya:
RAJA Spec Buy dengan area di 4140-4110, dengan target dekat di 4220-4290. Cutloss di bawah 4100.
DSSA Spec Buy dengan area beli di 825-820, dengan target dekat di 845-855. Cutloss di bawah 820.
OASA Spec Buy dengan area beli di 276-274, cutloss di bawah 272. Target dekat di 282-286.
ESSA Spec Buy dengan area beli di 655-650, cutloss di bawah 645. Target dekat di 670-680.
JSMR Spec Buy dengan area beli di 2840-2820, cutloss di bawah 2810. Target dekat di 2900-2940.
ISAT Spec Buy dengan area beli di 1765-1750, cutloss di bawah 1745. Target dekat di 1790-1815.
Disclaimer on