ANALIS MARKET (17/6/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (15/6), IHSG ditutup menguat +247,31 poin (+4,12%) ke level 6.254,97.
Penguatan tersebut utamanya dipicu oleh optimisme meredanya tensi geopolitik global seiring kepastian draf kesepakatan damai AS-Iran serta rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sentimen positif ini langsung meredam kekhawatiran inflasi menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia, yang pada gilirannya sukses menyuntikkan energi positif ke pasar domestik melalui penguatan tajam nilai tukar Rupiah ke level Rp17.709 per dolar AS serta memicu aksi beli masif pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) di sektor barang baku dan keuangan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (+0,64%), S&P 500 (-0,57%), & Nasdaq (-1,15%).
Pergerakan saham-saham AS dipengaruhi oleh kombinasi aksi ambil untung (profit taking) pada sektor teknologi dan optimisme makro-geopolitik yang kuat.
Katalis negatif datang dari pelemahan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor karena investor cenderung merealisasikan keuntungan setelah reli panjang, yang akhirnya menekan indeks S&P 500 dan Nasdaq.
Sebaliknya, indeks DJIA sukses mencetak rekor tertinggi baru yang didorong oleh sentimen positif korporasi, seperti lonjakan saham SpaceX pasca-rencana akuisisi Cursor senilai US$60 miliar, serta meredanya kekhawatiran inflasi global berkat penurunan harga minyak menyusul prospek penandatanganan kesepakatan damai AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan akan cenderung menguat seiring meredanya tekanan jual dari investor asing,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (17/6).





