See More

22 Juli 2026, 17:41

22 Juli 2026, 16:48

22 Juli 2026, 16:41

22 Juli 2026, 15:57

22 Juli 2026, 14:52

22 Juli 2026, 14:38
uang primer adjusted|M0|uang kartal|giro bank umum|Bank Indonesia
Oleh: Issa

foto: dok. Bank Indonesia
Pasardana.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan Uang Primer (M0) Adjusted pada Juni 2026 tetap mencatat pertumbuhan positif sebesar 13,8% secara tahunan (year on year/yoy).
Meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang mencapai 14,2% (yoy), nilai M0 Adjusted tercatat mencapai Rp2.228,0 triliun.
Data itu tertuang dalam keterangan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, Selasa (7/7/2026).
Pertumbuhan Uang Primer (M0) Adjusted tersebut didorong oleh meningkatnya uang kartal yang diedarkan sebesar 14,0% (yoy) serta giro bank umum di Bank Indonesia adjusted yang tumbuh 12,7% (yoy).
Bank Indonesia menjelaskan, perkembangan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas melalui pengendalian moneter adjusted.
Dengan demikian, indikator ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi uang primer di perekonomian.
Sebagai informasi, Uang Primer (M0) Adjusted merupakan indikator yang menggambarkan perkembangan uang primer setelah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat kebijakan pemberian insentif likuiditas.
Sejak Januari 2025, Bank Indonesia melakukan penyesuaian metode perhitungan M0 Adjusted.
Langkah tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan uang primer sekaligus mencerminkan pengaruh kebijakan likuiditas yang diterapkan bank sentral secara lebih tepat.
Dengan pertumbuhan yang tetap berada di atas 13%, perkembangan Uang Primer M0 Adjusted pada Juni 2026 menunjukkan likuiditas domestik masih terjaga seiring implementasi kebijakan moneter Bank Indonesia dalam mendukung stabilitas sistem keuangan dan perekonomian nasional.