See More

15 Juni 2026, 11:28

15 Juni 2026, 11:11

15 Juni 2026, 10:59

15 Juni 2026, 10:13

15 Juni 2026, 10:08

15 Juni 2026, 09:57
Program MBG|konsumsi susu|wamenko pangan|Hanif Faisol Nurofiq
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Susu menjadi salah satu komponen penting dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akan tetapi, susu bukanlah menu wajib bagi seluruh wilayah di Indonesia.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyebut program MBG menjadi ruang strategis untuk meningkatkan konsumsi susu sekaligus memperkuat kualitas generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Hanif, program MBG memiliki peran penting dalam membangun budaya konsumsi susu yang lebih kuat di masyarakat.
"Justru di sini, maka kita ingin sangat titip kepada teman-teman di MBG bahwa kesempatan ini menjadi kesempatan emas. Dengan program MBG ini, maka paling tidak susu diwajibkan hadir. Syukur-syukur setiap hari, tidak hanya dua kali sepekan," ujarnya dalam Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 di Jakarta, Minggu (14/6).
Menurut dia, program MBG menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan asupan susu bagi anak-anak Indonesia guna mendukung pemenuhan gizi yang lebih baik secara berkelanjutan.
Hanif berharap, susu dapat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG sehingga manfaat pemenuhan gizi dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda.
Ia mengungkapkan, konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini masih relatif rendah, yakni sekitar 16,2 hingga 16,8 liter per kapita per tahun secara nasional.
"Karena harian kita, kalau dirata-rata, hanya satu sendok makan per hari. Jadi, satu orang dalam satu hari, kita hanya mampu mengonsumsi susu satu sendok makan. Bagaimana itu bisa memengaruhi kita kalau ini tidak terus kita tingkatkan," bebernya.
Hanif menegaskan, penguatan konsumsi susu harus menjadi gerakan bersama karena kualitas generasi produktif akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan nasional pada masa mendatang.
Menurut dia, peningkatan konsumsi susu tidak dapat dilakukan sendiri sehingga diperlukan dukungan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat melalui kolaborasi yang berkesinambungan.
Selain mendorong konsumsi, pemerintah juga berupaya memperkuat ekosistem persusuan nasional melalui penyusunan roadmap kemandirian susu yang mencakup pengembangan sektor hulu hingga hilir.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor persusuan nasional guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.
"Di ASEAN saja, kita nomor enam atau nomor tujuh. Masih di bawah Vietnam, masih di bawah Singapura, masih di bawah Malaysia. Maka yang paling penting adalah terus melakukan sosialisasi sehingga tumbuh minat yang cukup besar, membangun iklim yang baik, dan menyelesaikan roadmap-nya," tandasnya.