See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
analisa market|FAC Sekuritas|IHSG
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (7/5), IHSG ditutup menguat +81,85 poin (+1,15%) ke level 7.174,32.
Penguatan IHSG didorong apresiasi nilai tukar rupiah dan katalis global yang mulai mereda. Saham-saham perbankan menjadi pendorong utama, seperti BBCA (+4,62%), BBRI (+4,75%), BBNI (+3,92%), BMRI (+2,88%) dan BRIS (+9,64%).
Disaat yang sama, harga minyak Brent turun ke bawah level US$100/barrel di US$99,15/ barrel pada Kamis (7/5), melanjutkan penurunan -7,8% pada Rabu (6/5), seiring pernyataan pemerintah Iran pada Rabu (6/5) yang sedang meninjau proposal perdamaian dari AS.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,63%), S&P 500 (-0,38%), & Nasdaq (-0,13%).
Pelemahan tersebut seiring para investor menantikan tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian AS yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz.
Saat ini, Iran dilaporkan masih meninjau nota kesepahaman dari AS yang bertujuan untuk mengakhiri konflik serta memulihkan lalu lintas kapal tanker di selat tersebut, di tengah kabar bahwa Washington sedang mempertimbangkan dimulainya kembali operasi pengamanan rute pelayaran komersial.
Di sektor ekuitas, saham Amazon merosot 1,3%, diikuti oleh pelemahan saham produsen cip seperti AMD (-3,1%), Intel (-3%), Micron (-3%), dan Broadcom (-2,9%) setelah reli baru-baru ini.
“IHSG hari ini diperkirakan rawan terjadi profit taking pasca penguatan beberapa hari terakhir,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (08/5).