See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
ojol|Danantara Indonesia|GoTo Group|Rosan Roeslani
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Sebagai langkah strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra ojek online (ojol), maka Danantara resmi masuk sebagai investor di perusahaan teknologi transportasi digital GoTo Group.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan, proses investasi dilakukan secara bertahap dan sudah mulai berjalan sejak awal 2026.
Fokus utama keterlibatan Danantara bukan sekadar kepemilikan saham, melainkan mendorong kebijakan yang berdampak langsung pada pengemudi.
"Danantara sudah mulai masuk dan kita sudah bicara, buat kita ini yang penting adalah kesejahteraannya ojol, gimana kita meningkatkan kesejahteraan ojol, adanya BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan," ujar Rosan, dikutip dari Antara, Rabu (6/5).
Ia menambahkan, Danantara juga telah mendorong pemberian Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra ojol agar nilainya dapat ditingkatkan.
Menurut Rosan, perubahan kebijakan di ekosistem perusahaan transportasi digital mulai terlihat sejak Januari 2026.
Hal ini seiring arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki model bisnis platform digital yang sebelumnya banyak mengandalkan strategi 'burning cash' atau pembakaran dana besar untuk promosi dan pemasaran.
"Tadinya perusahaan ojol mereka ini saling marketing, burning cash sampai ratusan juta dollar hanya untuk marketing. Jadi kita ajak ngomong yang lain, udah nggak usah burning cash, mendingan dana ini kita pakai untuk kepentingan ojol daripada kita saling bakar-bakaran duit," jelas Rosan.
Sementara, investasi Danantara GoTo dilakukan secara bertahap dan belum dapat merinci total kepemilikan saham. Namun, pemerintah menegaskan orientasi utamanya tetap pada keberlanjutan bisnis sekaligus peningkatan kesejahteraan mitra.
Selain perlindungan sosial dan peningkatan bonus, Rosan menyebut pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan lanjutan, termasuk implementasi batas maksimal potongan aplikasi sebesar 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo.
Berbagai langkah lanjutan terkait investasi maupun kemungkinan kerja sama strategis masih dalam proses pembahasan dan akan diumumkan pada tahap berikutnya.