See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
FAC Sekuritas|analisa market|pasar saham
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (30/4), IHSG ditutup melemah -144,42 poin (-2,03%) ke level 6.956,80.
IHSG mengalami penurunan tajam akibat meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran global terhadap gangguan pasokan energi, hingga menyebabkan harga minyak dunia melonjak melampaui US$ 100 per barel.
Situasi ini diperparah oleh nilai tukar Rupiah yang melemah drastis hingga menyentuh Rp17.380 per USD, yang memicu investor asing untuk melakukan aksi jual saham secara besar-besaran senilai Rp1,65 triliun guna menghindari kerugian akibat selisih kurs.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, seperti DJIA (- 0,31%), S&P 500 (+0,29%), & Nasdaq (+0,89%).
Katalis utama yang mendorong penguatan pasar adalah laporan laba perusahaan teknologi yang solid (seperti Apple dan Oracle) serta investasi masif di sektor AI yang berhasil menopang PDB AS di tengah melambatnya konsumsi swasta.
Selain itu, penurunan harga minyak akibat meredanya ketegangan geopolitik dengan Iran turut memberikan sentimen positif, sehingga mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi baru.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif namun masih dibayangi kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar Rupiah, berlanjutnya modal asing keluar (outflow), dan tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (04/5).