See More

29 Mei 2026, 17:04

29 Mei 2026, 16:34

29 Mei 2026, 16:29

29 Mei 2026, 16:04

29 Mei 2026, 15:45

29 Mei 2026, 15:14
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan sebelumnya (26/5), IHSG ditutup melemah -76,16 poin (-1,23%) ke level 6.130,19.
Pelemahan IHSG disebabkan masih tingginya tekanan pada nilai tukar Rupiah seiring terus berlanjutnya aksi jual oleh investor asing di pasar saham domestik.
Kemudian, investor cenderung wait and see menjelang libur panjang.
Dari eksternal, inflasi AS yang masih tinggi membuat The Fed enggan menurunkan suku bunganya, yang membuat dolar AS terapresiasi.
Sementara itu, Wall Street tadi malam menguat, tercermin dari DJIA (+0,05%), S&P 500 (+0,58%), & Nasdaq (+0,91%). Penguatan tersebut didorong oleh kombinasi dua katalis utama, yaitu perkembangan positif di sektor teknologi dan meredanya ketegangan geopolitik.
Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama pasar berkat proyeksi pendapatan yang kuat dari Snowflake serta pengumuman kesepakatan komputasi AI mereka dengan Amazon, yang memicu lonjakan saham Snowflake sebesar 36% sekaligus ikut mengangkat saham-saham perangkat lunak lainnya seperti Palantir, ServiceNow, dan Oracle.
Di saat yang sama, sentimen pasar semakin diperkuat oleh laporan kesepakatan antara negosiator AS dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan memulihkan aliran energi dari Teluk Persia secara bertahap.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih akan bergerak volatil dengan kecenderungan tertekan,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (29/5).