See More

29 Mei 2026, 17:04

29 Mei 2026, 16:34

29 Mei 2026, 16:29

29 Mei 2026, 16:04

29 Mei 2026, 15:45

29 Mei 2026, 15:14
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (26/5), IHSG ditutup turun 1.23%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.89 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BBCA, BBRI, BMRI dan BREN.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street kompak mencatat level tertinggi (all time high) pada perdagangan Kamis (28/5). Didorong rally saham teknologi dan optimisme pasar terhadap perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran. Indeks S&P 500 naik 0,58% dan Nasdaq Composite melonjak 0,91% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,05%. Penguatan saham teknologi setelah perusahaan cloud data Snowflake memberikan proyeksi kinerja yang kuat, sehingga kembali memicu optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI). Saham Snowflake melesat 36,5%, setelah membukukan kinerja QoQ di atas ekspektasi pasar dan memberikan panduan pendapatan Q2 yang positif. Perusahaan juga mengumumkan rencana belanja US$ 6 miliar untuk layanan Amazon Web Services dalam lima tahun ke depan. Sementara itu, saham Sandisk menguat 3,3%, saham Qualcomm dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing naik 4,2% dan 4,6%. Di sisi lain, pasar semakin menguat setelah laporan Axios menyebut negosiator AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman (MoU) untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari, sekaligus melanjutkan negosiasi program nuklir Iran. Namun, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.
Di sisi lain, Bursa Asia melemah pada perdagangan Kamis (28/5). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,47%, Topix melemah 0,41%, Hang Seng Hong Kong menurun 1,27%, Taiex Taiwan turun 1,40%, Kospi Korea Selatan melemah 0,53%, dan ASX 200 Australia berkurang 1,43%. Sedangkan, Kawasan China daratan menguat, CSI 300 dan Shanghai Composite naik 0,12%. Sementara itu, Straits Times turun 0,79% dan FTSE Malaysia melemah 0,83%. Di sisi lain, pelemahan bursa Asia level tertinggi sepanjang masa setelah sinyal yang saling bertentangan dari AS dan Iran mengenai prospek kesepakatan untuk mengakhiri perang. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak puas dengan negosiasi dengan Iran, yang merdam harapan akan terobosan yang akan segera terjadi. Trump menegaskan tidak ada satu negara pun yang akan mengendalikan Selat Hormuz.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (29/5), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6000-6070 dan Resist IHSG: 6200-6300.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BMRI, BBNI, FILM, AADI, ASII, dan BRIS.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
BMRI Spec Buy dengan area beli di 4100-4120, cutloss di bawah 4040. Target dekat di 4160-4230.
BBNI Spec Buy dengan area beli di 3800-3840, cutloss di bawah 3770. Target dekat di 3870-3900.
FILM Spec Buy dengan area beli di 2440-2520, cutloss di bawah 2400. Target dekat di 2580-2630.
AADI Spec Buy dengan area beli di 8300-8325, cutloss di bawah 8250. Target dekat di 8400-8500.
ASII Spec Buy dengan area beli di 5100-5125, cutloss di bawah 5050. Target dekat di 5200-5300.
BRIS Spec Buy dengan area beli di 1900-1930, cutloss di bawah 1880. Target dekat di 1960-1990.
Disclaimer on