See More

22 Mei 2026, 14:28

22 Mei 2026, 14:28

22 Mei 2026, 13:47

22 Mei 2026, 13:33

22 Mei 2026, 13:23

22 Mei 2026, 13:07
Proyek Ekspor Listrik Terbarukan Indonesia-Singapura|Danantara Indonesia|ekspor listrik bersih|Singapura
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan target rencana ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura baru bisa akan terlaksana di akhir 2026.
Diketahui, sebelumnya ekspor listrik bersih dari Indonesia ke Singapura diarahkan sebagai pengungkit masuknya investasi industri berteknologi tinggi.
Rencana ini menjadikan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat industri hijau baru di Indonesia.
“Keinginan kami memang by end of year, kita sudah bisa mulai jalan menggerakkan proyek ini, untuk ekspor ke Singapura. Ekspor itu cukup besar,” kata Pandu dalam Investor Relation Forum yang diselenggarakan Suar di Main Hall BEI, Jakarta pada Senin (11/5).
Pandu juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah bertemu dengan pihak Singapura terkait ekspor listrik tersebut.
Selain itu, sudah ada beberapa perusahaan yang mendapat izin bersyarat atau conditional license terkait ekspor tersebut.
“Yang ini juga sudah di-announce, kita sudah bertemu dengan jajaran pemimpin di Singapura. Dan juga ada 6-7 perusahaan yang sudah mendapatkan conditional license dari Singapura yang sekarang sudah kita PDKT lah untuk bisa bekerja sama,” ujarnya.
Lebih lanjut Pandu menjelaskan, hal itu nantinya masuk ke dalam proyek kerja sama energi terbarukan dengan Singapura yang diperkirakan mencapai USD 30 miliar.
Hasil dari proyek energi terbarukan tersebut juga dipastikan Pandu tak hanya untuk ekspor ke Singapura namun juga untuk kebutuhan dalam negeri.
“It's a single largest project untuk renewable yang ada sekarang. Dan ini bukan hanya buat ke Singapura saja, ini juga akan ada penggunaan untuk dalam negeri. Dan untuk USD 30 billion ini hanya 3 gigawatt. Kebutuhan dari Indonesia sendiri kan keinginan Presiden 100 gigawatt yang akan dibangun. So, it's very small percentage yang dibutuhkan. Untuk Singapura ini. Sebagai investor, we will always be an eternal optimist,” bebernya.