Satgas PRR Sebut Layanan Publik di Aceh Sudah Mulai Kembali Normal
Pasardana.id – Proses pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh terus alami kemajuan yang cukup signifikan.
Beberapa sektor layanan publik dilaporkan sudah mulai kembali berjalan.
Meski begitu, upaya rehabilitasi dan rekonstruksi terus dipercepat di berbagai wilayah terdampak.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal Z.A mengatakan, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 10 daerah sudah kembali menjalankan pelayanan pemerintahan secara normal.
Tak hanya itu, hingga 6 April 2026, progres pembersihan lumpur telah mencapai 92 persen dari total 519 titik sasaran yang terdampak bencana.
Untuk infrastruktur sementara, pembangunan jembatan darurat hampir seluruhnya rampung.
TNI tercatat telah menyelesaikan 97 unit jembatan, sedangkan Polri mencapai sekitar 95 persen dari target yang ditetapkan.
“Sebanyak 39 unit merupakan jembatan Bailey, 44 unit jembatan Aramco, dan 14 unit jembatan perintis,” jelasnya.
Pemulihan di sektor kesehatan juga menunjukkan perkembangan.
Seluruh 23 rumah sakit umum daerah (RSUD) dan 309 puskesmas dilaporkan sudah kembali beroperasi.
Selain itu, sekitar 99,6 persen puskesmas pembantu juga telah aktif melayani masyarakat.
Hal serupa terjadi di sektor pendidikan.
Dari total sekolah yang terdampak, sebanyak 3.120 sekolah kini sudah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Sementara itu, untuk kebutuhan hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai sekitar 91 persen.
Adapun pembangunan hunian tetap (huntap) mulai berjalan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.
Safrizal menjelaskan masih terdapat beberapa kendala teknis di lapangan, seperti penyediaan listrik di sejumlah lokasi huntara.
Namun, pemerintah bersama pihak terkait terus berupaya mempercepat penyelesaian.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga seluruh masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

