Mentan Tegaskan Pemerintah Siap Hadapi Fenomena El Nino
Pasardana.id – Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena El Nino Godzilla atau Super El Nino mulai April hingga Oktober 2026.
Fenomena El Nino ini dikhawatirkan akan berkembang sangat besar dan membawa dampak luas, terutama kekeringan, berkurangnya air, gangguan pertanian, dan tekanan pada pangan.
Akan hal tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengaku bahwa Indonesia memiliki pengalaman yang cukup kuat dalam menghadapi fenomena tersebut.
Tentu saja dengan adanya pengalaman ini akan menjadi modal untuk menjaga stabilitas produksi pangan melalui langkah adaptasi dan mitigasi yang terencana.
"Godzilla kan katanya kering enam bulan. Tapi sepertinya masih lebih tinggi dulu El Nino yang dulu (tahun) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman. 2015, 2023, 2024. La Nina, El Nino," kata Mentan saat meninjau Gudang Perum Bulog Panaikang di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (5/4).
Dampak cuaca ekstrem ini, diakui Mentan, sudah mulai terasa dan berpotensi mempengaruhi produksi pertania.
Namun, pemerintah dinilai telah memiliki pengalaman menghadapi kondisi serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, berbagai langkah strategis telah disiapkan untuk memperkuat sistem produksi pangan, termasuk peningkatan pompanisasi dan optimalisasi lahan rawa.
Pihaknya, dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan), juga akan mengoptimalkan penggunaan 80.158 unit pompa air yang telah disalurkan kepada kelompok tani pada 2025 guna mengantisipasi kekeringan akibat El Nino yang diperkirakan terjadi mulai April 2026.
Selain itu, pemerintah berencana menambah sekitar 40 ribu unit pompa air untuk menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini, sehingga ketersediaan air bagi sektor pertanian tetap terjaga.
“Aku tambah pompanisasi. Ya, mudah-mudahan 40 ribu. Jadi, semakin kuat. Jadi, nggak usah khawatir El Nino karena pertahanan kita kuat. Karena kita sudah ada pompanisasi, sudah ada irigasi, kemudian oplah tanah rawa yang kita tanami dulu, kita perbaiki irigasinya, tanam 1 kali, jadi 2 kali, 3 kali,” jelasnya.
Mentan pun mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ancaman cuaca ekstrem karena pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi yang terukur.
“Jadi, sudah aman. Pangan aman,” tegas Mentan.

