ANALIS MARKET (06/4/2026): IHSG Cenderung Melemah
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (02/04), IHSG ditutup melemah - 157,66 poin (-2,19%) ke level 7.026,66.
IHSG mengalami koreksi tajam akibat kombinasi tekanan geopolitik global dan pelemahan data ekonomi domestik yang memicu aksi jual masif oleh investor.
Kepanikan pasar bermula dari pengumuman eskalasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang mendorong arus modal asing keluar (outflow) dari pasar saham Indonesia.
Kondisi ini diperparah oleh sentimen negatif internal, yakni melambatnya aktivitas industri nasional dengan PMI Manufaktur yang nyaris stagnan di level 50,1, serta anjloknya harga saham emiten raksasa di sektor bahan baku dan infrastruktur seperti BREN dan BRPT.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, seperti DJIA (-0,13%), S&P 500 (+0,11%), & Nasdaq (+0,18%).
Ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan terbaru Presiden Trump memicu kekhawatiran ekonomi global setelah ia mengancam akan menyerang Iran secara masif dalam konflik yang diprediksi berlangsung berminggu-minggu, sebuah pernyataan yang langsung mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi.
Di saat yang sama, Trump memperketat kebijakan perdagangan dengan menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan pengenaan tarif hingga 100% pada obat-obatan paten tertentu jika negosiasi dengan pemerintah gagal, serta menegaskan kembali rencana penerapan bea masuk sebesar 50% untuk impor komoditas baja, aluminium, dan tembaga.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berada di bawah tekanan dan cenderung melemah. Investor masih akan terus mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah, dimana minyak mentah WTI sudah mencapai US$112/barel, sedangkan Brent mencapai US$109/barel,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (06/4).

