See More

19 Mei 2026, 21:13

19 Mei 2026, 20:59

19 Mei 2026, 20:53

19 Mei 2026, 20:39

19 Mei 2026, 20:27

19 Mei 2026, 20:21
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Presiden Prabowo Subianto berencana akan membangun perlintasan (flyover) dan memperbaiki ribuan perlintasan kereta api sebidang yang tak dijaga.
Hal tersebut guna untuk memilimalisir kembali insiden seperti tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu.
Anggarannya pun sudah disiapkan, jumlahnya sekitar Rp4 triliun.
Dan sumber anggaran tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ya kalau anggaran kan selalu sumbernya sama (APBN),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4).
Hal senada juga disampaikan Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria yang mengatakan, perbaikan 1.800 titik itu sebenarnya bukan respons jangka pendek atas insiden terbaru, melainkan telah masuk agenda kerja pemerintah tahun ini.
“Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja kita tahun ini sebagaimana diarahkan Bapak Presiden kepada kurang lebih 1.800 lintasan kereta selama itu wajib diperbaiki harus ada pintunya,” ujar Dony.
Dony menegaskan, aspek keselamatan menjadi titik tekan utama program tersebut, dengan pendanaan utama berasal dari pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sebagai pemilik otoritas prasarana.
“Itu dari pemerintah, dari kami juga ada bujet juga tetapi dari pemerintah memang ini kan Kemenhub yang memang prasarana itu menjadi dari pemerintah juga,” katanya.
Sebelumnya, menurut Presiden Prabowo, bahwa tingginya resiko keselamatan warga bermula dari banyaknya perlintasan kereta api yang dibiarkan tanpa penjagaan.
"Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya, banyak yang tidak dijaga. Kita segera mengatasi," ujar Prabowo.
Tak hanya terfokus di Bekasi, perbaikan infrastruktur pengamanan ini juga akan dieksekusi secara masif di 1.800 titik rawan lintas Jawa yang diklaim belum tersentuh perbaikan sejak era kolonial.
Demi menjamin keselamatan mobilitas masyarakat, pemerintah siap menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk mengeksekusi proyek tersebut.
"Sekarang lah, segera kita selesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut ya, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover, ya. Pelaksanaannya kita tunjuk, mari kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun. Demi keselamatan dan demi karena itu sangat penting, kita sangat perlu kereta api, ya kita harus keluarkan itu," ujarnya.