Dinas ESDM Kepri Sebut Enam PLTS Komunal PLT Sudah beroperasi
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengklaim ada sebanyak enam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal/terpusat sudah beroperasi menerangi kebutuhan warga di wilayah tersebut.
Disebutkan M. Darwin, selaku Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), PLTS komunal tersebut dibangun oleh PT PLN yang menyasar pulau-pulau terluar berpenghuni, namun belum menikmati penerangan listrik PLN.
"PLTS komunal tersebar di Kota Batam tiga unit, lalu Kabupaten Lingga dua unit, dan Kabupaten Karimun satu unit," kata Darwin, seperti dilansir Antara, Minggu (07/6).
Dijelaskan Darwin, satu PLTS komunal bisa mengakomodir ratusan rumah tangga, seperti di Pulau Panjang Batam, mampu menjangkau 200-an kepala keluarga (KK)
Dia mengatakan, masing-masing KK mendapat jatah daya listrik PLTS sekitar 1.000 kWh, sehingga harus menyesuaikan dengan pemakaian rumah tangga.
"Warga perlu berhemat agar PLTS tetap menyala 1×24 jam. Pemakaian lampu, kipas angin hingga televisi harus diatur sedemikian rupa," ujarnya.
Ditambahkan, PLTS komunal di Kepri menggunakan baterai sebagai komponen penyimpanan utama.
Sistem ini beroperasi secara off-grid yang menyerap energi matahari di siang hari, lalu menyimpannya di bank baterai, dan menyalurkannya untuk kebutuhan listrik masyarakat, terutama pada malam hari saat panel tidak berproduksi.
"Kita juga sudah menyiapkan mesin genset untuk penerangan warga pulau terluar, apabila PLTS tidak bisa menyerap energi matahari saat cuaca mendung/hujan di siang hari," ujarnya.
Selanjutnya Darwin menjelaskan, penggunaan PLTS bertujuan mendukung target transisi energi global menuju Net Zero Emission dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, lalu menekan emisi karbon secara drastis, serta meminimalkan jejak karbon operasional baik di sektor industri maupun perkotaan.
Menurut dia, sistem operasional rutin PLTS lebih hemat dibanding menggunakan bahan bakar minyak (BBM), namun dari sisi investasi awal PLTS memakan biaya yang lebih besar untuk pengadaan panel surya hingga bank baterai.
"PLTS efektif dalam mengurangi beban tagihan listrik dan lebih ramah lingkungan," ucap Darwin.
Kata dia, Pemprov Kepri bersama PLN akan terus menggenjot pengoperasian PLTS komunal melalui program "Kepri Terang", khususnya bagi warga pulau terluar, terdepan dan tertinggal (3T) yang belum menikmati listrik.
Penggunaan PLTS di Kepri ini sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat dalam mencapai target bauran energi bersih nasional.





