See More

21 Mei 2026, 09:36

21 Mei 2026, 09:24

21 Mei 2026, 08:59

21 Mei 2026, 08:52

21 Mei 2026, 08:21
21 Mei 2026, 08:03
Oleh: Issa

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan, termasuk kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Pada Maret 2026, kredit perbankan tumbuh 9,49% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Menanggapi data itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dalam Policy Dialogue menyampaikan, bahwa masih ada ruang yang luas untuk mendorong pembiayaan terutama ke sektor produktif.
"Pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan terutama dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan), yang mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59% dari total plafon kredit pada Maret 2026," kata Destry dikutip Selasa (28/4/2026).
Untuk itu, BI terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong bank agar menyalurkan kredit ke sektor prioritas Pemerintah dan mempercepat penurunan suku bunga kredit.
Hal ini didukung dengan kapasitas pembiayaan perbankan yang memadai yang tecermin dari rasio likuiditas perbankan (AL/DPK) yang terjaga sebesar 27,85% serta pertumbuhan DPK yang mencapai 13,55% (yoy) pada Maret 2026.