ANALIS MARKET (05/3/2026): IHSG Berpotensi Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, diperdagangan kemarin (04/3), Indeks saham AS bergerak menguat didorong oleh data ADP solid di +63000, data ini menjadi acuan arah untuk data rilisnya NFP di hari Jumat (06/3), Dow Jone bergerak +0.49%, S&P +0.78% dan Nasdaq +1.29%.

Selain data ADP, AS juga merilis data ISM Manufacturing PMI (Feb) 52.4 yang menunjukkan angka pelemahan dibandingkan data Januari, tetap berada diatas ekspektasi pasar 51.8.

Dari sektor Komoditas, harga minyak melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz karena eskalasi konflik AS–Iran, emas menguat didorong permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, dan tembaga naik seiring rebound pasar logam serta aksi beli setelah pelemahan sebelumnya.

Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin (04/3) ditutup melemah -4.57% padal level 7557 dengan saham TLKM, AMMN, BRMS dan BBCA yang menjadi pemberat indeks.

Perdagangan kemarin diiringi net sell asing sebesar Rp213 miliar.

Pergerakan IHSG kemarin disebabkan oleh revisi outlook dari fitch dari stabil menjadi negative.

Secara teknikal, pergerakan IHSG sudah menyentuh level support krusial pada level 7486.

IHSG berpotensi terjadi gap up dengan resisten 7700.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG berpotensi melemah di rentang 7.360-7.650 tertekan sentimen risk-off akibat eskalasi perang Timur Tengah. Keputusan Fitch menurunkan outlook Indonesia ke negatif turut menambah beban pasar domestik. Rupiah diproyeksikan melemah pada kisaran Rp16.850-Rp17.000 akibat sentimen perang dan pemangkasan outlook oleh Fitch. Perhatian pasar lebih tertuju pada geopolitik dibandingkan rilis data ISM Services AS,” sebut analis KISI dalam riset Kamis (05/3).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu;

-INDY (Trading Buy)

Entry 3820-3900, Target Price 4060, Stoploss jika ditutup dibawah 3660.

Secara analisa teknikal, INDY dalam time frame 1 jam rebound melanjutkan uptrend secondary trendnya serta stochastic goldencrosss di area oversold.?

-BUVA - Technical Recommendation: SELL

Support 1: 970; Resistance 1: 1,200

Support 2: 900; Resistance 2: 1,240

-MDKA - Technical Recommendation: SELL

Support 1: 3,280; Resistance 1: 3,650

Support 2: 3,160; Resistance 2: 3,750

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.