ANALIS MARKET (04/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (03/03), IHSG ditutup melemah -77,06 poin (- 0,96%) ke level 7.939,77.
Pelemahan IHSG disebabkan melemahnya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti AMMN (-6,51%), BBRI (-1,31%), BREN (-2,57%), MDKA (-7,11%), FILM (-12,24%), & BRMS (-2,97%).
Market masih terus memantau perkembangan perang antara AS-Israel vs Iran, dimana implikasinya semakin luas.
Pasalnya, selat Hormuz ditutup oleh Iran, membuat harga komoditas minyak mentah melonjak signifikan, dimana WTI $74/barel dan Brent $81/barel.
Disaat yang sama, harga batu bara Newcastle di pasar berjangka untuk kontrak Maret 2026 naik +10,4% pada Selasa (03/03) sore ke level US$139/ton, menandai level tertinggi sejak 2 Desember 2024 sekaligus kenaikan harian tertinggi dalam hampir 3 tahun terakhir.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,83%), S&P 500 (-0,94%), & Nasdaq (-1,02%).
Pelemahan tersebut terjadi akibat adanya kekhawatiran investor terkait supply minyak dari selat Hormuz bakal terganggu akibat ditutup oleh Iran.
Walaupun terbaru, Presiden Trump berjanji untuk mengawal kapal tanker minyak yang melalui selat tersebut.
Kemudian, sektor material dan industri menjadi yang paling terdampak oleh kekhawatiran kenaikan biaya energi seiring melambungnya harga komoditas minyak.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring meningkatnya ketegangan tensi geopolitik Timur Tengah, dimana AS-Israel vs Iran,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (04/3).

