ANALIS MARKET (30/3/2026): IHSG Berpotensi Kembali Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (27/3), IHSG ditutup turun 0.94%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.89 Triliunn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BBNI, BMRI dan TLKM.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street turun signifikan pada penutupan perdagangan Jumat (27/3). Indeks Dow Jones turun 1,73%, S&P 500 melemah 1,67%, dan Nasdaq Composite berkurang 2,15%. Harga minyak mentah Brent sebesar US$ 112,57 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$ 99,64 per barel. Kenaikan harga minyak disebabkan oleh ketegangan di Selat Hormuz, jalur utama distribusi energi global. Pemerintah Iran dilaporkan menutup akses jalur tersebut, sementara sejumlah insiden terhadap kapal internasional semakin memperburuk kekhawatiran pasar terkait pasokan energi. Presiden AS Donald Trump memperpanjang, tenggat waktu rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran hingga 6 April. Langkah tersebut sebagai upaya membuka ruang negosiasi untuk mengakhiri konflik. Namun, ketidakpastian masih tinggi setelah Iran menyatakan tidak berniat melakukan pembicaraan dengan AS, meskipun tengah meninjau proposal damai yang diajukan Washington.

Di sisi lain, Pasar saham Asia bervariasi di tengah tekanan global pada Jumat pekan lalu (27/3), mengikuti penurunan Wall Street, seiring ancaman gejolak energi berkepanjangan dari perang di Timur Tengah yang mendorong biaya pinjaman melonjak. Investor sempat mendapatkan sedikit sentimen positif setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang ultimatum serangan terhadap pembangkit listrik Iran selama 10 hari, setelah sebelumnya menunda tenggat awal 48 jam sebanyak lima hari. Sementara tidak ada kepastian bahwa Selat Hormuz dapat dibuka kembali untuk pengiriman minyak dalam waktu dekat. Iran menolak proposal AS untuk mengakhiri konflik, menyebutnya “sepihak dan tidak adil.” Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,4%, sedangkan Topix naik 0,2%. Indeks KOSPI Korea Selatan melemah 0,4%, sedangkan Kosdaq menguat 0,4%. Sementara itu, indeks saham unggulan China naik 0,6%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,4% dan S&P/ASX 200 Australia turun 0,11%. Di sisi lain, Norges Bank Norwegia menjadi bank sentral terbaru yang memperingatkan risiko inflasi dan kemungkinan kenaikan suku bunga seiring berlanjutnya perang. Setelah menahan kebijakan pada Kamis (26/3), bank tersebut memperkirakan akan menaikkan suku bunga tahun ini, jauh dari perkiraan sebelumnya yang memproyeksikan tiga kali pemotongan hingga akhir 2028.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (30/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali melemah hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6900-7000 dan Resist IHSG: 7130-7160.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: HRTA, BUMI, INET, MEDC, MBMA, dan EMAS.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

HRTA Spec Buy dengan area beli di 2350-2390, cutloss di bawah 2330. Target dekat di 2430-2450.

BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 206-210, cutloss di bawah 204. Target dekat di 218-224.

INET Buy if Break 266, dengan target dekat di 274-280. Cutloss di bawah 258.

MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1820-1840, cutloss di bawah 1810. Target dekat di 1860-1910.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 665, cutloss di bawah 660. Target dekat di 690-730.

EMAS Spec Buy dengan area beli di 8300-8500, cutloss di bawah 8300. Target dekat di 8675-8975.       

Disclaimer on