ANALIS MARKET (27/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (26/03), IHSG ditutup melemah -138,03 poin (-1,89%) ke level 7.164,09.

IHSG melemah akibat kombinasi sentimen negatif dari pasar global dan domestik.

Secara eksternal, ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran menolak tawaran gencatan senjata AS, yang memicu kenaikan harga energi, kekhawatiran inflasi, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Di saat yang sama dari dalam negeri, pasar merespons rencana pemberlakuan tarif bea ekspor batu bara mulai 1 April 2026 yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, sehingga minimnya katalis positif di tengah ketidakpastian ini akhirnya menekan pergerakan indeks.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,01%), S&P 500 (-1,74%), & Nasdaq (-2,38%).

Pelemahan pasar saham ini dipicu oleh lonjakan tajam harga energi dan meningkatnya ketegangan geopolitik yang memperkuat kekhawatiran akan stagflasi.

Situasi memanas setelah Presiden Trump memperingatkan Iran untuk segera bersikap serius, yang bersamaan dengan laporan kecaman negara-negara Teluk atas serangan terhadap infrastruktur energi, mendorong harga minyak mentah Brent melonjak 5% hingga melampaui $108 per barel serta menaikkan imbal hasil obligasi (Treasury).

Kondisi ini menyebabkan sektor teknologi memimpin penurunan pasar, di mana Meta anjlok 7,9% akibat putusan pengadilan terkait keselamatan anak dan isu PHK, sedangkan saham semikonduktor seperti Micron, AMD, Nvidia, serta Alphabet turut terkoreksi tajam antara 3% hingga 7,5%.

“Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan cenderung tertekan ditengah tensi geopolitik Timur Tengah yang penuh uncertainty,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (27/3).