BPS: Inflasi Februari 2026 sebesar 4,76 Persen YoY
Pasardana.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 4,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,50.
“Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada Februari 2026 sebesar 0,68 persen sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) pada Februari 2026 sebesar 0,53 persen. AdapunTingkat inflasi y-on-y komponen inti pada Februari 2026 sebesar 2,63 persen; dengan inflasi m-to-m sebesar 0,42 persen; dan inflasi y-to-d sebesar 0,80 persen,” jelas Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers BPS, Senin (02/3/2026).
Selanjutnya disampaikan, penyumbang inflasi bulanan antara lain; makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,54%, andil inflasi makanan ini mencapai 0,45%.
“Adapun komoditas yang dominan mendorong inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni daging ayam ras 0,09%, cabe rawit 0,08%, ikan segar andil 0,05% dan cabai merah 0,04% dan juga tomat beras telur ayam ras masing-masing 0,02%,” beber Ateng.
Sementara itu, Inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Provinsi Aceh sebesar 6,94 persen dengan IHK sebesar 113,96 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Pegunungan sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 115,90.
Adapun inflasi y-on-y tertinggi di tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 8,44 persen dengan IHK sebesar 117,24 dan terendah terjadi di Kabupaten Jayawijaya sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 115,90.

