ANALIS MARKET (16/3/2026): IHSG Berpotensi Kembali Melanjutkan Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (13/3), IHSG ditutup turun 3.05%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp222 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBNI, BBRI, GOTO, dan INDF.

Sementara itu, Indeks-indeks Wall Street melanjutkan penurunan pada penutupan perdagangan Jumat (13/3). Indeks turun ke level terendah sepanjang tahun ini seiring kenaikan harga minyak akibat konflik Iran yang meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global. Indeks S&P 500 turun 0,61%, Nasdaq Composite melemah 0,93%, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,26%. Di tengah tekanan pasar saham, harga minyak dunia justru melanjutkan rally. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,11% (US$ 98,71/bbl) dan harga minyak Brent menguat 2,67% (US$ 103,14/bbl). Kenaikan harga minyak dipicu oleh ketegangan geopolitik setelah pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan minyak dunia, seharusnya tetap ditutup sebagai ‘alat untuk menekan musuh’. Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mencoba meredakan kekhawatiran tersebut. Dalam konferensi pers di Pentagon, ia mengatakan bahwa penutupan jalur tersebut telah ditangani sehingga tidak perlu dikhawatirkan berlarut-larut.

Di sisi lain, Bursa Asia mayoritas melemah pada perdagangan Jumat pekan lalu (13/3). Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,16%. Sejalan, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,98%. Sementara itu, indeks Taiex Taiwan turun 0,54%, indeks Kospi Korea Selatan berkurang 1,72%, indeks ASX 200 Australia melemah 0,14%. Di sisi lain, FTSE Straits Times turun 0,27% dan FTSE Malay KLCI melemah 0,71%. Pasar Asia-Pasifik melemah karena harga minyak melonjak akibat kekhawatiran baru bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat semakin mempersempit pasokan energi, menimbulkan kekhawatiran akan penurunan ekonomi global. Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengatakan dalam pidato Kamis (12/3) malam bahwa Selat Hormuz, jalur vital untuk perdagangan minyak global, harus tetap ditutup dan Teheran dapat membuka front lain dalam perang jika konflik berlanjut. Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, juga menegaskan kembali ancaman tersebut dalam sebuah unggahan media sosial, memperingatkan tentang "pukulan terkeras bagi musuh agresor."

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (16/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini seiring dengan pelemahan bursa US. Diperkirakan Support IHSG: 7000-7080 dan Resist IHSG: 7170-7200.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, BIPI, BULL, VKTR, PTRO, dan SOCI.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

ELSA Buy on Weakness dengan area beli di 690-710, cutloss di bawah 690. Target dekat di 740-750.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 200-208, cutloss di bawah 200. Target dekat di 216-220.

BULL Buy on Weakness dengan area beli di 320-330, cutloss di bawah 314. Target dekat di 340-350.

VKTR Buy on Weakness dengan area beli di 655-670, cutloss di bawah 650. Target dekat di 690-715.

PTRO Buy on Weakness dengan area beli di 4400-4500, cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4620-4700.

SOCI Buy on Weakness dengan area beli di 406-418, cutloss di bawah 400. Target dekat di 420-428.       

Disclaimer on