Kementerian PU Siapkan 10 Tol Fungsional Plus TIP Selama Lebaran 2026
Pasardana.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) menyiapkan 10 ruas tol fungsional sebagai dukungan untuk kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Selain menyiapkan sepanjang 291,13 tol fungsional ini, BPJT juga menyediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di beberapa titik strategis.
Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini diharapkan dapat membantu mengurai potensi kepadatan pada jalur-jalur utama mudik sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat.
”Langkah ini dilakukan untuk menambah kapasitas jaringan jalan tol sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama,” ujar Menteri PU, Dody Hanggodo dalam keterangan resmi, Rabu (11/3).
Lebih lanjut Dody mengatakan, bahwa pihaknya bersama BUJT terus mempercepat penyelesaian konstruksi pada sejumlah ruas tol strategis agar dapat difungsionalkan secara terbatas selama periode mudik Lebaran.
Secara keseluruhan terdapat 10 ruas jalan tol konstruksi yang berpotensi difungsionalkan.
Total panjang ruas tersebut mencapai sekitar 291,13 kilometer (km) yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Di wilayah Sumatera, terdapat tiga ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar 90,73 km.
Salah satunya adalah ruas Sigli–Banda Aceh sepanjang sekitar 24,67 km yang progres pembangunannya telah mencapai sekitar 94,25%.
Ruas ini direncanakan difungsikan dengan skema dua jalur dua arah (A dan B) dan dapat dilalui oleh seluruh golongan kendaraan.
Sementara, di ruas Palembang–Betung sepanjang 53,20 km dengan progres pembangunan sekitar 90%–91% juga akan difungsionalkan dengan skema dua jalur dua arah.
Namun, pengoperasiannya hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I atau kendaraan non-bus.
Adapun ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat sepanjang 12,86 km dengan progres 100% siap difungsikan penuh dua jalur dua arah untuk semua golongan kendaraan.
Di Pulau Jawa, terdapat enam ruas tol yang berpotensi difungsionalkan dengan total panjang sekitar 148,03 km.
Di antaranya ruas Probolinggo–Banyuwangi Seksi 1 dan 2 sepanjang 24,08 km telah mencapai progres 100% dan dapat difungsikan dua jalur dua arah untuk seluruh golongan kendaraan.
Sementara Seksi 3 sepanjang 25,60 km dengan progres 95,98% difungsikan dengan skema serupa, namun khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Untuk ruas Serang–Panimbang Seksi 2 sepanjang 24,17 km dengan progres ±98,10% akan dioperasikan satu jalur satu arah melalui jalur A untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Selanjutnya, ruas Ciawi–Sukabumi Seksi 3 hingga akses Karangtengah sepanjang ±4,97 km dengan progres 71,95% akan difungsikan satu jalur satu arah khusus Golongan I (non-bus).
Ruas Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 52 km dengan progres antara 72% hingga 94% akan difungsikan secara khusus untuk arus balik dari Sadang menuju Jakarta bagi kendaraan Golongan I (non-bus).
Selain itu, ruas Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2B sepanjang 12,23 km dengan progres 93,30%, serta ruas Yogyakarta–Bawen Seksi 6 sepanjang 4,98 km dengan progres 89,93%, masing-masing akan dioperasikan satu jalur satu arah untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Sementara itu, di Kalimantan terdapat Akses Tol IKN sepanjang 52,37 km dengan progres bervariasi hingga 100% akan difungsikan dua jalur dua arah (A&B) khusus untuk kendaraan Golongan I (non-bus).
Wilan Oktavian, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengatakan, skema operasional ruas tol fungsional akan bersifat fleksibel dan situasional sesuai kondisi lalu lintas di lapangan.
Ia menyebutkan, pengaturan dan skema lalu lintas, baik satu arah maupun dua arah terbatas, akan diterapkan sesuai diskresi Kepolisian termasuk dengan waktu operasionalnya.
"Ruas tol fungsional ini diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (non-bus),” jelasnya.
Selain ruas tol, Kementerian PU melalui BPJT bersama BUJT juga menyiapkan 15 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) dalam tahap konstruksi yang diusulkan sebagai TIP fungsional untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik.
Sejumlah TIP telah siap digunakan dengan fasilitas dasar seperti area parkir, SPBU modular, tempat ibadah, toilet, serta tenant UMKM.
Pengoperasian ruas tol dan TIP fungsional ini akan dilakukan secara situasional pada periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan serta hasil koordinasi lintas sektor.
Seluruh fasilitas tersebut dihadirkan untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat sekaligus mengurai potensi kepadatan di ruas-ruas utama.

