ANALIS MARKET (11/3/2026): IHSG Berpotensi Kembali Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (10/3) ditutup naik 1.41%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.93 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TLKM, BBNI, BUVA, dan BRMS.

Sementara itu, Indeks saham-saham Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Selasa (10/3), di tengah pelaku pasar tetap wait and see perkembangan konflik Iran di tengah penurunan harga minyak. Indeks S&P 500 terkoreksi 0,21%, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,07%. Sedangkan, Nasdaq Composite naik tipis 0,01%. Tekanan harga minyak semakin dalam setelah Menteri Energi AS Chris Wright sempat menyatakan di media sosial bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal kapal tanker melewati Selat Hormuz. Pernyataan tersebut kemudian dihapus, yang sempat menimbulkan perubahan signifikan di pasar. Setelah unggahan tersebut dihapus, harga minyak sedikit pulih dari posisi terendahnya. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian menegaskan bahwa Angkatan Laut AS sebenarnya tidak mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz. Selain itu, laporan CBS News juga menambah kekhawatiran pasar setelah menyebutkan adanya indikasi Iran tengah mempersiapkan ranjau laut di jalur pelayaran strategis tersebut. Perubahan sentimen tersebut disebabkan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan konflik dapat segera berakhir. Ia bahkan menyebutkan operasi militer AS telah mencapai kemajuan besar.

Di sisi lain, Bursa Asia berhasil rebound pada perdagangan hari Selasa (10/3). Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 2,9% dan Topix naik 2,5%. Sejalan, indeks Hang Seng naik 2,2%. Selain itu, indeks Taiex Taiwan naik 2,1%, Kospi Korea Selatan melonjak 5,4% dan ASX 200 Australia menguat 1,1%. Sementara itu, FTSE Straits Times naik 2,2% dan FTSE Malay KLCI bertambah 1,6%. Penguatan bursa Asia dengan indeks Kospi Korea Selatan memimpin pemulihan di kawasan Asia, setelah harga minyak turun dan Wall Street pulih karena Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan konflik dengan Iran mungkin akan segera berakhir. Harga minyak turun setelah Trump mengatakan dia mempertimbangkan untuk mengambil alih kendali Selat Hormuz, titik penting terpenting di dunia untuk pasar minyak mentah. Trump juga mengatakan kepada seorang reporter CBS News, yang membagikan komentar tersebut dalam sebuah unggahan di X, bahwa "perang ini sudah sangat lengkap, hampir."

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (11/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 7300-7380 dan Resist IHSG: 7500-7560.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: EMAS, BULL, MEDC, AADI, SCMA, dan AMRT.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

EMAS Spec Buy dengan area beli di 7900-8000, cutloss di bawah 7725. Target dekat di 8125-8300.

BULL Spec Buy dengan area beli di 382-398, cutloss di bawah 376. Target dekat di 410-430.

MEDC Buy if Break 1730, dengan target dekat di 1765-1790. Cutloss di bawah 1690.

AADI Buy on Weakness dengan area beli di 10075-10275, cutloss di bawah 10050. Target dekat di 10450-10650.

SCMA Buy on Weakness dengan area beli di 230-240, cutloss di bawah 228. Target dekat di 252-268.

AMRT Spec Buy dengan area beli di 1420-1435, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1465-1500.       

Disclaimer on