ANALIS MARKET (10/3/2026): IHSG Berpotensi Rebound

Foto: Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (10/3), ditutup turun 3.27%, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp750 Bn. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BUMI, PTRO, MDKA, ITMG dan DEWA.

Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street berbalik menguat pada penutupan perdagangan Senin (9/3), setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa perang melawan Iran kemungkinan segera berakhir. Indeks S&P 500 naik 0,83%, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,5% dan Nasdaq Composite melonjak 1,38%. Sentimen pasar membaik setelah Trump mengatakan dalam wawancara dengan CBS News bahwa perang melawan Iran hampir selesai. “Perang ini pada dasarnya sudah sangat selesai,” ujar Trump, dengan menambahkan bahwa kekuatan militer Iran saat ini sangat melemah, termasuk angkatan laut, komunikasi, dan angkatan udaranya. Presiden AS itu juga menyatakan, kapal-kapal kembali melintas di jalur strategis Selat Hormuz dan pemerintahannya tengah mempertimbangkan kemungkinan mengambil alih kendali jalur pelayaran tersebut. Selain sentimen geopolitik, kenaikan juga didorong oleh rally saham sektor semikonduktor. Saham Broadcom naik lebih dari 4%, sementara Micron Technology dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing naik sekitar 5%. Selain itu, saham Nvidia juga menguat lebih dari 2%. Di sisi lain, para menteri energi dari negara-negara Group of Seven (G7), yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS, dijadwalkan menggelar pertemuan virtual pada Selasa (10/3).

Di sisi lain, Bursa Asia kompak melemah pada perdagangan Senin (9/3). Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 5,2%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,4%, dan Taiex Taiwan turun 4,4%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 6% dan indeks ASX 200 Australia turun 3%. Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 1,9% dan FTSE Malay KLCI berkurang 2,6%. Penurunan signifikan dengan indeks Nikkei 225 dan Kospi merosot lebih dari 5% pada perdagangan tersebut, memimpin aksi jual di kawasan regional yang meluas karena harga minyak menembus US$ 105 per barel. Di sisi lain, saham Softbank Group Corp mengalami kenaikan 8,2%. Sedangkan, saham-saham terkait chip seperti Advantes dan Lasertec masing-masing turun lebih dari 11% dan 9%. Saham perusahaan raksasa Samsung Electronics anjlok 7,8%, sementara saham perusahaan chip SK Hynix mengalami kerugian lebih besar, yaitu 9,5%. Selain itu, minyak Brent melonjak US$ 100,82 per barel. Sementara, minyak West Texas Intermediate melonjak US$ 102,70 per barel. Kenaikan terjadi setelah produsen minyak utama Timur Tengah, termasuk Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab, memangkas produksi minyak menyusul penutupan Selat Hormuz.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (10/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "IHSG berpotensi rebound ke 7500, tapi hati-hati karena masih rentan koreksi lanjutan. Diperkirakan Support IHSG: 7200-7300, Resist IHSG: 7400-7500."

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: PTBA, BIPI, HRUM, DEWA, BULL, dan INET. 

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

PTBA Spec Buy dengan area beli di 2930-2950, cutloss di bawah 2920. Target dekat di 2980-3030.

BIPI Spec Buy dengan area beli di 242-244, cutloss di bawah 240. Target dekat di 250-256.

HRUM Spec Buy dengan area beli di 985-1000, cutloss di bawah 985. Target dekat di 1020-1050.

DEWA Spec Buy dengan area beli di 404-410, cutloss di bawah 402. Target dekat di 418-430.

BULL Spec Buy dengan area beli di 376-380, cutloss di bawah 368. Target dekat di 390-402.

INET Spec Buy dengan area beli di 264-272, cutloss di bawah 260. Target dekat di 280-286.

Disclaimer on