ANALIS MARKET (09/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu (06/02), IHSG ditutup melemah -168,62 poin (-2,08%) ke level 7.935,26.
Pelemahan IHSG disebabkan tertekannya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BBCA (-1,60%), BBRI (-1,82%), ASII (- 3,60%), DSSA (-2,98%), FILM (-14,80%), & BRPT (-7,83%).
Disaat yang sama, lembaga pemeringkat Moody's Ratings menurunkan outlook peringkat Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, sehingga menambah kekhawatiran investor.
Dari eksternal, serangkaian data tenaga kerja AS pekan ini menunjukkan tanda-tanda perlambatan pasar tenaga kerja, sehingga mendukung ekspektasi kebijakan dovish The Fed.
Investor saat ini memperhitungkan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini, dengan yang pertama diperkirakan pada Juni dan yang kedua mungkin pada September.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat, seperti DJIA (+2,47%), S&P 500 (+1,97%), & Nasdaq (+2,18%).
Penguatan tersebut didorong adanya teknikal rebound pasca mengalami penurunan tajam pada awal pekan, seiring munculnya kembali aktivitas pembelian saat harga turun akibat berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan AI jangka pendek dan pemangkasan leverage paksa.
Saham-saham semikonduktor, dengan Nvidia, Broadcom, dan AMD masing-masing melonjak lebih dari +7% karena investor kembali membangun posisi selektif setelah penurunan tajam.
Sektor siklikal tampil unggul, ditopang kenaikan Caterpillar (+7,1%) dan Goldman Sachs (+4,3%), yang menguatkan tren rotasi ke arah saham nilai dan sektor yang sensitif terhadap kondisi ekonomi.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data Laporan Survei Konsumen Indonesia (Jan-26),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Senin (09/2).

