ANALIS MARKET (09/2/2026): IHSG Berpotensi Menguat Terbatas
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG Jumat (06/2) lalu ditutup turun 2.08%, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp775 Miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BUMI, TLKM, ANTM dan ASII.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street melesat pada penutupan perdagangan Jumat (6/2), rebound setelah saham-saham teknologi tertekan dalam beberapa hari terakhir. Pemulihan tersebut ditopang rebound harga Bitcoin yang sebelumnya melemah lebih dari 50% dari level tertingginya. Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 2,47%, S&P 500 naik 1,97%, dan Nasdaq Composite menguat 2,18%. Sementara itu, sejumlah saham teknologi besar mencatatkan rebound signifikan. Nvidia melonjak hampir 8%, dan Broadcom menguat sekitar 7%. Saham Oracle dan Palantir Technologies juga rebound, masing-masing naik 4%. Sedangkan, tekanan masih membayangi sebagian saham perangkat lunak. ServiceNow, yang menjadi pusat aksi jual sektor teknologi akibat kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan (AI), masih melemah pada perdagangan Jumat. Selain itu, saham Amazon merupakan perusahaan raksasa e-commerce tersebut anjlok lebih dari 5% setelah perseroan melaporkan laba per saham yang sedikit di bawah ekspektasi analis dan mengumumkan rencana belanja modal (capital expenditure) hingga US$ 200 miliar tahun ini.
Di sisi lain, Bursa Asia-Pasifik memerah pada perdagangan Jumat pekan lalu (6/2). Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,81%, dan Topix menguat 1,28%. Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 1,44%, dan Kosdaq melemah 2,49%. Sementara itu, ASX 200 Australia menurun 2,03%, Taiex Taiwan turun 0,06%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,21%. Di sisi lain, Straits Times turun 0,83%, dan FTSE Malaysia naik 0,10%. Bursa Asia melemah, mengikuti penurunan Wall Street yang disebabkan oleh pelemahan saham teknologi AS dan mata uang kripto. Saham-saham di Korea Selatan, merupakan barometer investasi kecerdasan buatan, turun hingga 5,1%, sebelum kemudian rebound. Data menunjukkan pengumuman pemutusan kerja (layoff) di AS melonjak pada Januari ke level tertinggi dalam 17 tahun untuk bulan tersebut, menurut survei dari perusahaan outplacement global Challenger, Gray & Christmas.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (09/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi untuk menguat terbatas hari ini. Tapi hati2 sepanjang IHSG belum break di atas 8050, masih rentan koreksi lagi. Diperkirakan Support IHSG: 7780-7850 dan Resist IHSG: 8000-8050.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: JPFA, HRTA, BUMI, ANTM, ARCI, dan AGII.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2460-2500, cutloss di bawah 2400. Target dekat di 2540-2600.
HRTA Spec Buy dengan area beli di 2200-2260, cutloss di bawah 2180. Target dekat di 2300-2360.
BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 216-222, cutloss di bawah 210. Target dekat di 232-240.
ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 3620-3680, cutloss di bawah 3600. Target dekat di 3800-3850.
ARCI Buy if Break 1615, dengan target dekat di 1640-1665. Cutloss di bawah 1585.
AGII Spec Buy dengan area beli di 2120-2170, cutloss di bawah 2050. Target dekat di 2210-2300.
Disclaimer on

