Danantara Matangkan Persiapan Proyek Bangun Pabrik Bioetanol di Banyuwangi

Foto : istimewa

Pasardana.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara mematangkan persiapan rencana pembangunan pabrik Bioetanol di PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) unit PG Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Director of Plantation & Agriculture Danantara M Abdul Ghani, dalam kunjungannya ke Banyuwangi, pada Selasa (3/2) ingin memasrikan kesiapan lokasi serta menyelaraskan langkah strategis antarpemangku kepentingan.

“Pembangunan pabrik bioetanol memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional,” ujarnya.

Tak sendirian, dalam kunjungan tersebut, Abdul juga didampingi oleh Direktur Utama PT SGN Mahmudi, Direktur Strategic Sustainability PT SGN, serta diikuti oleh perwakilan Pertamina New & Renewable Energy (NRE).

Di lokasi yang sama, para pihak terkait pun melakukan diskusi soal rencana pelaksanaan peletakan batu pertama, tahapan pembangunan pabrik, serta peran dan kontribusi masing-masing pihak dalam mendukung kelancaran proyek pabrik bioetanol.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek secara terukur dan berkelanjutan.

Abdul mengatakan, pabrik bioetanol tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur melainkan bagian dari upaya mendorong kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya pertanian yang berkelanjutan.

Pembangunan pabrik bioetanol di Banyuwangi merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung program transisi energi nasional, pengurangan emisi karbon, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian dalam negeri.

“Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT SGN Mahmudi menegaskan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung pengembangan bioetanol berbasis tebu mulai dari bahan baku hingga penguatan ekosistem industri berbasis pertanian.

Apalagi, proyek ini sejalan dengan transformasi industri gula nasional serta upaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Proyek ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas tebu sekaligus memperkuat ekosistem energi baru dan terbarukan berbasis pertanian,” tukas Mahmudi.