Menkeu Purbaya Ungkap Sumber Dana Buat Proyek Waste to Energy Prabowo

Foto : istimewa

Pasardana.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap anggaran yang akan dipakai dalam membangun 34 proyek waste to energy (WTE) akan dibiayai sebagian oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Selain itu, kata Menkeu, ada beberapa proyek yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan belanja Negara (APBN) atau pemerintah pusat termasuk alokasi biaya untuk menjaga kebersihan di kota.

“Saya gak tau, yang sebagian itu dikerjakan Danantara kan. Nanti ada sebagian yang dibayar oleh APBN,” ujar Menkeu Purbaya, di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

“Kalau yang saya tahu kayak di Surabaya itu Rp60 miliar pemerintah pusat bayar. Tapi itu sekalian biaya kebersihan. Jadi kita harus ngeluarin uang menjaga kebershian lingkungan kota-kota kita, termasuk di Bali ," sambung dia.

Memang persoalan sampah yang ada di beberapa daerah ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Dan salah satu yang disinggung oleh Menkeu Purbaya, yakni di Bali yang sampai saat ini tak kunjung usai.

"Gak jadi-jadi tuh proyek sampahnya. Akhirnya jadi kotor sekali Bali. Dulu saya pernah damaikan antar Pemda, antar kota, berapa kota. Tiga kota tuh," ucap Menkeu Purbaya.

Sementara itu, rencana proyek WTE sudah bergulir sejak tahun lalu.

Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bahkan tengah menggelar lelang guna menyaring perusahaan yang mampu mengolah sampah menjadi listrik.

Kemudian, hasil lelang rencananya bakal diumumkan pada pertengahan Februari.

Sementara itu, Lead of Waste to Energy BPI Danantara Indonesia, Fadli Rahman mengungkapkan, pabrik Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan dibangun di Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, dan Bogor yang telah dinyatakan siap.

Fadli menyebut, proses konstruksi PSEL bakal dimulai sekitar Maret 2026.

Pembangunan itu membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun.

Saat ini, terdapat 24 perusahaan yang terlibat dalam proyek ini.

Mereka berasal dari China, Jepang, dan Prancis.

Perusahaan asing itu akan membentuk konsorsium bersama perusahaan dalam negeri sebagai mitra.