KKP Alokasikan Anggaran Rp10 Triliun Buat Bangun Sektor Kelautan di NTT
Pasardana.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 triliun untuk membangun sektor kelautan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berbasis kepulauan.
Hal tersebut diungkap Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena usai bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Rabu, (25/2).
"Tadi saya bertemu dengan Menteri KKP Bapak Wahyu Trenggono dan membahas pembangunan sektor kelautan di NTT," ucap Melki seperti dikutip dari keterangnya.
Dukungan KKP ini, jelas Melki, mencakup pembangunan industri garam di sejumlah daerah seperti Rote Ndao, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, dan Timor Tengah Utara (TTU), serta pengembangan kampung nelayan merah putih yang direncanakan tersebar di berbagai wilayah NTT.
Melki menambahkan, pemerintah pusat juga mendorong budi daya perikanan skala besar dan pengembangan industri udang vaname di Kabupaten Sumba Timur.
"Total nilai program yang tengah berjalan dan direncanakan tersebut diperkirakan mencapai Rp10 triliun," ujarnya.
Disampaikan Melki, program tersebut diarahkan untuk mendukung program strategis nasional (PSN), termasuk upaya swasembada garam dan penguatan sektor kelautan sebagaimana komitmen Presiden Prabowo Subianto.
Melki menambahkan KKP juga merencanakan pengembangan industri rumput laut, penguatan perikanan tangkap, budidaya benur, hingga konservasi di Laut Sawu.
Untuk memastikan kesiapan dan percepatan pelaksanaan program, Menteri KP melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di NTT, antara lain Kota/Kabupaten Kupang, Sikka, Sumba Timur, serta Manggarai Barat.
Hanya saja, dirinya mengaku tak bisa mendampingi kunjungan tersebut karena sedang berada di Jakarta untuk bertemu Menteri Kesehatan membahas dukungan pendidikan dokter spesialis serta agenda bersama Menteri Perumahan dan Menteri Dalam Negeri terkait program rumah layak huni di NTT.
"Kita terus bergerak membangun NTT dengan kebersamaan dan gotong royong semua pihak dengan spirit Ayo Bangun NTT," kata dia.

