ANALIS MARKET (26/2/2026): IHSG Masih Akan Melanjutkan Kenaikan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (25/2), ditutup naik 0.5%, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.18 Triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, BBCA, UNTR, ADRO dan ASII.

Sementara itu, Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/2), melanjutkan kenaikan yang dipimpin oleh saham teknologi dan menyentuh level tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,63%, S&P 500 menguat 0,81%, dan Nasdaq Composite melesat 1,26%. Di sisi lain, Nvidia melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar US$ 68,13 miliar, melampaui ekspektasi. Menurutnya, kekhawatiran atas disrupsi AI saat ini lebih besar dibandingkan soal tingkat pengembalian investasi. Komentar serupa datang dari Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, yang menyebut belum jelas apakah penerapan AI akan menggantikan pekerja. Ia menilai teknologi ini justru berpotensi memberdayakan tenaga kerja dan membuat pasar kerja lebih efisien. Sedangkan, First Solar dan Lowe's Companies turun masing-masing 13,6% dan 5,6% setelah memberikan panduan penjualan tahunan yang melemah dari perkiraan. Pelemahan Lowe’s menyeret sektor perumahan dan pengembang rumah, masing-masing turun 3% dan 3,7%, meskipun suku bunga kontrak hipotek tetap 30 tahun turun ke level terendah 3,5 tahun pekan lalu. Di sektor barang konsumsi, saham Brown-Forman turun 7,6% dan Molson Coors melemah 4,8% setelah Diageo memproyeksikan penurunan penjualan organik 2%-3% pada 2026 serta memangkas dividen interimnya. Saham GoDaddy anjlok 14,3% setelah penyedia layanan internet tersebut memberikan proyeksi pendapatan tahunan di bawah ekspektasi.

Di sisi lain, Pasar saham Asia menguat pada Rabu (25/2), dipimpin kenaikan saham produsen chip Korea Selatan, di tengah kembalinya optimisme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Seiring, pelaku pasar juga menanti pidato kenegaraan Presiden AS Donald Trump di Washington. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,2%, dan Topix naik 0,7%. Di Korea Selatan, indeks KOSPI melesat 1,9%. Kenaikan saham didorong oleh rally produsen chip memori seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, yang sahamnya telah berlipat ganda sejak Oktober akibat kelangkaan chip memori global dan derasnya investasi di rantai pasok AI. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,7%, CSI300 China menguat 0,6%. Indeks S&P/ASX200 Australia 1,2%, meskipun inflasi Januari yang lebih tinggi meningkatkan risiko kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (26/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG masih akan mencoba untuk melanjutkan kenaikan seiring penguatan di US. Tapi hati-hati sepanjang belum break di atas 8450, IHSG masih berpeluang kembali koreksi. Diperkirakan Support IHSG: 8250-8270 dan Resist IHSG: 8380-8450.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: PANI, JPFA, BULL, EMAS, ENRG, dan RAJA.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

PANI Buy if Break 9950, dengan target dekat di 10075-10200. Cutloss di bawah 9850.

JPFA Spec Buy dengan area beli di 2390-2410, cutloss di bawah 2380. Target dekat di 2470-2530.

BULL Spec Buy dengan area beli di 520-535, cutloss di bawah 520. Target dekat di 550-570.

EMAS Buy on Weakness dengan area beli di 8225-8300, cutloss di bawah 8150. Target dekat di 8400-8550.

ENRG Spec Buy dengan area beli di 1530-1545, cutloss di bawah 1510. Target dekat di 1570-1620.

RAJA Spec Buy dengan area beli di 4640-4720, cutloss di bawah 4630. Target dekat di 4800-4850.   

Disclaimer on