Ekspansi Alfamart-Indomaret ke Pedesaan Bakal Disetop, Mendag Berencana Temui Mendes PDT
Pasardana.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso berencana akan menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto guna meminta penjelasan terkait pernyataannya tahun lalu yang hari ini kembali disorot.
Sebelumnya, dalam rapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, 12 November 2025 lalu, Mendes Yandri Susanto meminta agar ekspansi bisnis Alfamart dan Indomaret disetop jika Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sudah beroperasi.
“Saya rencananya ketemu Pak Mendes ya. Saya belum tahu maksudnya seperti apa sebenarnya,” kata Busan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2).
Mendag Budi Santoso atau biasa disapa Busan, mengaku telah membuat janji untuk bertemu Mendes Yandri, hanya saja belum terlaksana.
“Saya dengan Pak Mendes kemarin tadi memang mau janjian, ada acara lain sekalian saya mau nanya itu seperti apa maksudnya ya,” tutur Busan, sapaan akrab Mendag.
Dalam pertemuan itu, nantinya ia bakal meminta penjelasan terkait permintaan agar ekspansi dua raksasa retail Indonesia menghentikan ekspansinya.
Sementara itu, Direktur Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, penyebaran toko retail modern sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tentang Perdagangan maupun Undang-Undang tentang Perdagangan.
Menurut dia, kebanyakan toko retail modern menyebar di perkotaan, sementara koperasi desa di wilayah rural.
“Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan retail modern yang berjejaring, itu ada di desa-desa. Jadi saya pikir enggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan retail modern,” kata Iqbal.
Ia juga melihat keberadaan Kopdes Merah Putih dan retail modern telah memiliki pangsa pasar masing-masing.
Koperasi menampung produk masyarakat setempat, sementara toko retail modern menampung produk industri.
“Pasarnya sudah ada masing-masing. Retail modern itu kan mungkin 80-90 persen itu yang mereka jual kan produk-produk yang dihasilkan oleh pabrikannya,” tukas dia.

