Prabowo Tegaskan Jaga Iklim Usaha Tanah Air Dihadapan Petinggi Bisnis AS

Foto : BPMI SetPres

Pasardana.id – Presiden Prabowo Subianto menghadiri perhelatan US-Indonesia Business Summit 2026 yang digelar di Washington D.C., Rabu (18/2) dsela kunjungan kerjanya di Amerika Serikat.

Saat sesi roundtable kegiatan tersebut, Kepala Negara berhasil mencuri perhatian para petinggi U.S. Chamber of Commerce (USCC) dan perusahaan kakap seperti ExxonMobil hingga Freeport, dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim usaha tanah air.

"Sebagai Presiden, tanggung jawab saya sangat jelas. Saya harus meyakinkan stabilitypredictabilityand execution. Tanpa itu, kepercayaan melemah. Dengan itu, investasi akan datang," tegas Prabowo.

Adapun fokus dari pertemuan ini yakni menyelesaian Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian ini diproyeksikan menjadi "jalan tol" bagi produk Indonesia untuk masuk ke pasar AS dengan hambatan yang lebih minim.

Dalam kunjungan kerja tersebut, menghasilkan komitmen investasi senilai USD38,4 miliar atau setara lebih dari Rp600 triliun.

Partisipasi Presiden Prabowo dalam Roundtable Business Summit ini sekaligus mempertegas pendekatan diplomasi Indonesia yang komprehensif dengan menggabungkan kepentingan ekonomi nasional, penguatan investasi, dan peran aktif dalam menjaga stabilitas global.

Forum ini diharapkan membuka babak baru kemitraan Indonesia – Amerika Serikat yang tidak hanya sebagai mitra dagang, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menciptakan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.

Turut mendampingi Presiden Prabowo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ART sebagai tonggak sejarah baru.

"Kesepakatan ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menciptakan lingkungan usaha yang transparan dan ramah investasi," ujar Airlangga.

Total potensi kerja sama senilai USD38,4 miliar tersebut terbagi ke dalam dua sektor utama sektor industri sebesar USD35,9 miliar dan sektor pertanian sebesar USD2,5 miliar.