ANALIS MARKET (20/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (19/02), IHSG ditutup melemah -36,15 poin (-0,43%) ke level 8.274,08.

Pelemahan IHSG disebabkan adanya profit taking investor disusul sentimen terhadap kebijakan moneter domestik.

Bank Indonesia (BI) tercatat mempertahankan suku bunga BI Rate di level 4,75%, sejalan dengan ekspektasi konsensus.

Kemudian, BI mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan mencapai +9,96% YoY pada Januari 2026 (vs. Desember 2025: +9,69% YoY, Januari 2025: +10,27% YoY), sejalan dengan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8%– 12% YoY.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 0,54%), S&P 500 (-0,28%), & Nasdaq (-0,31%).

Pelemahan tersebut karena investor mengurangi risiko setelah risalah FOMC mengisyaratkan bahwa disinflasi mungkin membutuhkan waktu lebih lama dan suku bunga yang lebih tinggi mungkin diperlukan.

Imbal hasil obligasi jangka panjang pulih, sedangkan harga minyak mentah naik akibat ketegangan dengan Iran dan komentar Presiden Trump tentang kemungkinan serangan, yang mendukung saham energi tetapi menekan bank.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional. Investor hari ini akan mencermati rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (Q4-25),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (20/2).