ANALIS MARKET (20/2/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Sideways
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (19/2), ditutup turun 0.43%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp245 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, INKP, MEDC, dan ADMR.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2). Pelemahan tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap sektor kredit swasta serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,54%, S&P 500 melemah 0,28%, dan Nasdaq Composite berkurang 0,31%. Di sisi emiten, saham Blue Owl Capital anjlok sekitar 6%, selain itu Blackstone dan Apollo Global Management yang masing-masing turun sekitar 5%. Selain sektor keuangan, saham Salesforce turun lebih dari 1%, sementara Intuit melemah lebih dari 2%. Saham Cadence Design Systems menurun hampir 3%. Sentimen negatif pasar juga dipicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait program nuklir Tehran. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan memutuskan dalam waktu sekitar 10 hari apakah akan mengambil tindakan militer terhadap Iran. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, yang dapat memicu volatilitas pasar global dan kenaikan harga energi. Di sisi lain, saham Walmart turun 1,4% setelah perusahaan merilis proyeksi laba tahunan yang lebih rendah dari ekspektasi, meskipun kinerja 4Q melampaui perkiraan.
Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada Kamis (19/2), didorong rally saham teknologi di Wall Street, sementara ketegangan AS-Iran menjaga harga minyak tetap tinggi dan mendorong emas sebagai aset safe haven. Perdagangan relatif sepi karena pasar Hong Kong, China, dan Taiwan tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek. Meskipun demikian, indeks Nikkei Jepang menguat 0,57% dan Topix naik 1,18%, yang dipimpin kenaikan saham-saham teknologi. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan melesat 3,1% dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,88%. Pelaku pasar menilai peningkatan aset militer di kawasan lebih sebagai bagian dari tekanan diplomatik daripada sinyal serangan segera. Di sisi lain, Euro mengalami tekanan, setelah muncul kabar Presiden European Central Bank, Christine Lagarde, berencana meninggalkan jabatannya lebih awal. Sementara itu, dolar Selandia Baru menyusul sikap bank sentral negara tersebut yang meredam ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih agresif.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (20/2), Fanny Suherman CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8200-8230 dan Resist IHSG: 8300-8350.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, BUMI, INET, BRMS, INCO, dan CUAN.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
ELSA Spec Buy dengan area beli di 805-810, cutloss di bawah 795. Target dekat di 835-870.
BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 290-296, cutloss di bawah 286. Target dekat di 308-320.
INET Buy on Weakness dengan area beli di 418-422, cutloss di bawah 412. Target dekat di 430-436.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 1040-1055, cutloss di bawah 1035. Target dekat di 1070-1085.
INCO Spec Buy dengan area beli di 6800-6850, cutloss di bawah 6775. Target dekat di 6950-7125.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 1755, cutloss di bawah 1735. Target dekat di 1780-1800.
Disclaimer on

