RI-AS Teken Kerja Sama Dagang dan Investasi, Nilainya Tembus Rp110 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) baru-baru ini resmi memperkuat kerja sama ekonomi melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan besar terkait perdagangan dan investasi.

Tak tanggung-tanggung, nilainya lebih dari 7 miliar dollar AS atau setara dengan Rp110 triliun.

Penandatanganan ini berlangsung sehari sebelum pertemuan Presiden RI, Prabowo Subianto dengan Presiden AS Donald Trump untuk merampungkan kesepakatan dagang final, dimana kesepakatan tersebut diumumkan oleh US - ASEAN Business Council (USABC), seperti dilansir Reuters, Kamis (19/2).

Disebutkan, penandatanganan kerja sama dilakukan dalam jamuan makan malam untuk Presiden Prabowo yang diselenggarakan Kamar Dagang AS.

Berdasarkan lembar fakta USABC, perjanjian itu mencakup komitmen pembelian sejumlah komoditas pertanian AS oleh perusahaan Indonesia.

Rinciannya, pembelian 1 juta ton kedelai, 1,6 juta ton jagung, serta 93.000 ton kapas dalam periode yang belum dirinci.

Selain itu, Indonesia juga akan membeli 1 juta ton gandum pada tahun ini dan hingga 5 juta ton pada 2030.

Di luar sektor pangan, kerja sama turut menyasar mineral kritis dan energi. 

Dimana, perusahaan tambang AS Freeport-McMoRan menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Investasi Indonesia untuk kolaborasi di bidang mineral kritis.

Untuk di sektor energi, PT Pertamina menjalin kerja sama dengan Halliburton dalam peningkatan perolehan minyak (oilfield recovery).

Kesepakatan ini menandai penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan AS, di tengah dinamika perdagangan global serta meningkatnya perhatian terhadap keamanan pasokan pangan, energi, dan mineral strategis.

Adapun pertemuan tingkat tinggi antara Prabowo dan Trump diproyeksikan menjadi momentum finalisasi kerangka kerja sama dagang yang lebih luas antara kedua negara.