Capai USD431,7 Miliar, ULN Indonesia Setara 29,9 Persen dari PDB
Pasardana.id - Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2025 tetap terjaga.
Nilainya mencapai US$431,7 miliar.
Menurut Bank Indonesia, Rabu (18/2/2026), angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan posisi ULN pada triwulan III 2025 sebesar US$427,6 miliar.
Bank Indonesia menjelaskan, perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik.
Secara rinci, posisi ULN pemerintah pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar US$214,3 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi triwulan III 2025 sebesar US$210,1 miliar.
Perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah.
Sementara posisi ULN swasta tercatat sebesar US$192,8 miliar pada triwulan IV 2025, menurun dibandingkan dengan posisi triwulan III 2025 sebesar US$194,5 miliar.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).
Bank Indonesia menuturkan, struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN.
Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN.
Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

