ANALIS MARKET (13/2/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (12/2), ditutup turun 0.31%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.03 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BUMI, DEWA, ANTM dan BREN.

Sementara itu, Indeks Utama Wall Street ditutup merosot pada perdagangan Kamis (12/2), disebabkan oleh langkah investor yang meningkatkan aksi jual saham teknologi dan meninggalkan saham transportasi di tengah kekhawatiran tentang AI. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,34%, S&P 500 turun 1,57% dan Nasdaq Composite turun 2,03%. Investor juga mencermati data pekerjaan terbaru dan menunggu laporan inflasi Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat. Perusahaan-perusahaan transportasi juga ikut terpengaruh oleh kekhawatiran tentang gangguan AI. Di sisi emiten, saham Cisco ditutup turun 12,3% untuk penjualan satu hari terbesar sejak Mei-22 setelah penyedia peralatan jaringan tersebut membukukan margin kotor yang disesuaikan secara kuartalan di bawah perkiraan. Cisco menjadi faktor penekan S&P 500, dan Dizard mengatakan aksi jualnya kemungkinan mendorong investor untuk keluar dari saham-saham berkapitalisasi besar seperti Apple, Nvidia, Broadcom, dan Amazon.com. Saham Landstar turun 15,6%, CH Robinson melemah 14,5% dan Expeditors International turun 13,2%.

Di sisi lain, Bursa Asia mixed dengan mayoritas naik pada perdagangan Kamis (12/2). Indeks Nikkei 225 turun tipis 0,02%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,86%. Sedangkan, indeks Taiex Taiwan menguat 1,61%, Kospi Korea Selatan melesat 3,13% dan ASX 200 Australia menguat 0,32%. Sementara itu, FTSE Straits Times naik 0,65% dan FTSE Malay melemah 0,32%. Bursa Asia melesat dengan indeks Nikkei 225 Jepang mencapai 58.000 untuk pertama kalinya dan melanjutkan rally pasca-pemilu ke level tertinggi. Hal ini didorong oleh kepercayaan yang diperbarui pada politik domestik dan agenda ekonomi pemerintahan yang berkuasa. Indeks tersebut telah mencatat beberapa level tertinggi baru dalam beberapa hari terakhir, didorong oleh apa yang disebut "perdagangan Takaichi," menyusul kemenangan telak Perdana Menteri Sanae Takaichi di Dewan Perwakilan Rakyat. Perusahaan investasi global GMO mencatat bahwa kemenangan telak Takaichi dalam pemilihan cepat memberinya mandat multi-tahun yang luar biasa kuat untuk menjalankan kebijakan, yang mereka pandang meluas sebagai dukungan bagi pasar dan sektor korporasi Jepang.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Jumat (13/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi untuk melanjutkan koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8130-8200 dan Resist IHSG: 8330-8430.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: UNTR, ASII, PGAS, UNVR, KIJA, dan MYOR.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

UNTR Buy on Weakness dengan area beli di 28000-28450, cutloss di bawah 27900. Target dekat di 29100-29600.

ASII Spec Buy dengan area beli di 6700-6775, cutloss di bawah 6700. Target dekat di 6825-6875.

PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 2190-2200, cutloss di bawah 2170. Target dekat di 2260-2300.

UNVR Spec Buy dengan area beli di 2260-2300, cutloss di bawah 2240. Target dekat di 2330-2370.

KIJA Buy on Weakness dengan area beli di 216-222, cutloss di bawah 214. Target dekat di 230-240.

MYOR Spec Buy dengan area beli di 2290-2310, cutloss di bawah 2280. Target dekat di 2330-2360.

Disclaimer on