Inflasi Bisa Naik, Risiko Permintaan dari Program MBG Perlu Dimitigasi
Pasardana.id - Inflasi secara tahunan diperkirakan masih meningkat hingga Februari.
Salah satu faktornya adalah efek basis rendah sebelum kembali menurun mulai Maret 2026, dengan risiko inflasi impor yang relatif terkendali.
Namun, menurut Office of Chief Economist Bank Mandiri, Kamis (12/2/2026), risiko dari kenaikan permintaan dari program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dimitigasi.
Secara keseluruhan, inflasi diproyeksikan tetap terkendali di awal 2026 dan berpotensi meningkat pada paruh kedua tahun, dengan inflasi akhir tahun diperkirakan sekitar 2,78% yoy.
Pada 2025, inflasi nasional sebesar 2,92% (yoy) masih berada dalam sasaran 2,5±1%, mencerminkan efektivitas bauran kebijakan dan sinergi pengendalian inflasi, khususnya pangan.
Sementara pada Januari 2026 inflasi meningkat menjadi 3,55% (yoy), disebabkan oleh efek basis rendah dari diskon tarif listrik tahun lalu

