ANALIS MARKET (11/2/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (10/02), IHSG ditutup menguat +99,86 poin (+1,24%) ke level 8.131,74.

Penguatan IHSG didorong saham-saham berkapitalisasi besar, seperti ASII (+3,01%), BMRI (+2%), CASA (+9,39%), AMMN (+3,03%), DSSA (+1,64%), TLKM (+1,49%), & BRMS (+3,47%).

Dari sisi ekonomi, Bank Indonesia memperkirakan penjualan ritel pada Januari 2026 akan tumbuh +7,9% YoY, meski terkontraksi -0,6% MoM seiring normalisasi konsumsi masyarakat setelah Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi eksternal, pemerintah China telah memerintahkan bank–bank di China untuk membatasi pembelian obligasi pemerintah AS dan menginstruksikan bank–bank yang memiliki eksposur tinggi untuk mengurangi posisi mereka.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,10%), S&P 500 (-0,33%), & Nasdaq (-0,59%).

Investor menyeimbangkan data ekonomi yang lemah, terutama penjualan ritel bulan Desember yang datar, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 0,4%, dengan kekhawatiran terhadap pengeluaran besar di sektor kecerdasan buatan (AI).

Data ini mengisyaratkan tekanan finansial yang makin besar bagi konsumen kelas menengah dan bawah pasca liburan, sehingga mendorong imbal hasil obligasi turun di semua jatuh tempo.

Pasar kini masih memperkirakan lebih dari dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.

Sektor ritel tertekan, dengan Costco (-2,6%) dan Walmart (-1,8%).

Kemudian, sektor keuangan ikut melemah setelah peluncuran alat penasihat berbasis AI memicu ketegangan persaingan, menyebabkan LPL Financial (-8,3%) dan Charles Schwab (-7,4%).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed sembari mencermati berbagai katalis regional dan perkembangan MSCI,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (11/2).