Artificial Intelligence (AI)|ancaman siber|kaspersky|AI Protect|asia pasifik|Kaspersky AI Protect (KAIP)|Kaspersky Technology Alliance

AI Makin Canggih, Ancaman Siber Mengintai: Kaspersky Luncurkan AI Protect di Asia Pasifik

Oleh: Corri

07 Oktober 2026, 10:33
AI Makin Canggih, Ancaman Siber Mengintai: Kaspersky Luncurkan AI Protect di Asia Pasifik

Foto : istimewa

Pasardana.id - Kaspersky secara resmi meluncurkan Kaspersky AI Protect (KAIP) di kawasan Asia Pasifik, menghadirkan solusi khusus yang dirancang untuk mengamankan infrastruktur AI perusahaan dari ancaman generasi baru—mulai dari file Large Language Model (LLM) yang telah disusupi dan agen AI berbahaya hingga serangan siber konvensional yang terus berkembang seiring dengan adopsi AI.

Peluncuran ini dilakukan di tengah kondisi kawasan Asia Pasifik yang telah menjadi titik panas serangan siber global, mencakup lebih dari 60 persen serangan yang tercatat di seluruh dunia.

Sektor manufaktur dan layanan TI merupakan sektor yang paling banyak menjadi sasaran, sementara usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di berbagai industri menghadapi risiko tinggi akibat pertahanan yang belum memadai.

Pada saat yang sama, adopsi AI di lingkungan perusahaan di kawasan ini meningkat pesat, dan para pelaku ancaman pun bergerak sama cepatnya.

Secara global, data Kaspersky menunjukkan bahwa lebih dari 92.000 serangan berbahaya yang menyamar sebagai layanan AI tercatat hanya dalam paruh pertama tahun 2026.

"Kawasan Asia Pasifik berada pada titik krusial. Perusahaan mempercepat adopsi AI dan memprioritaskan kecepatan dalam meraih nilai bisnis, namun banyak yang meremehkan ancaman nyata yang menyertainya, termasuk risiko rantai pasok AI, penyusupan pada model (model poisoning), agen berbahaya, dan serangan prompt injection," ujar Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik dalam siaran pers, Rabu (07/10).

"Banyak organisasi masih memiliki anggapan keliru bahwa menyimpan LLM secara internal menjamin keamanan. Namun, pandangan tersebut mengabaikan fakta bahwa kode berbahaya dapat disusupkan melalui bobot model (model weights), plugin AI, dan skrip yang berasal dari luar organisasi," tambah Hia.

"Keamanan seharusnya tidak menjadi penghambat kemajuan AI, melainkan sebagai faktor pendukung yang membuka potensi nilai AI yang dapat dikembangkan secara luas. Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan keamanan ke dalam setiap tahapan siklus hidup AI, mulai dari impor model hingga eksekusi agen, guna membantu perusahaan di seluruh Asia Pasifik memadukan keamanan AI ke dalam alur kerja operasional keamanan yang sudah ada demi menyeimbangkan antara inovasi dan pengendalian risiko," lanjut Hia.

KAIP merupakan solusi unggulan untuk mendeteksi ancaman berbasis AI maupun ancaman tradisional, serta dapat diintegrasikan dengan hampir semua jenis aplikasi.

Solusi ini memberikan perlindungan menyeluruh bagi portal dan aplikasi web, server proxy, penyimpanan terhubung jaringan (NAS), serta gateway email, sekaligus mudah dikelola dan diterapkan melalui HTTP dan ICAP—baik sebagai layanan mandiri, klaster yang dapat diskalakan, maupun kontainer Docker.

Seiring perusahaan di kawasan Asia Pasifik mengadopsi arsitektur AI yang semakin beragam—mulai dari kerangka kerja LLM on-premise hingga basis pengetahuan RAG dan platform orkestrasi agen AI—pertahanan konvensional pada titik akhir dan perimeter jaringan tidak lagi memadai karena kurangnya kemampuan deteksi khusus untuk file bobot LLM dan file keterampilan agen AI, sehingga titik masuk yang krusial menjadi rentan.

KAIP secara langsung mengatasi celah ini melalui fitur-fitur baru yang memungkinkannya memeriksa file LLM dan agen AI untuk mendeteksi adanya fungsi berbahaya, sembari tetap mempertahankan perlindungan yang andal terhadap ancaman siber tradisional.

KAIP tersedia untuk lingkungan Linux dan dapat diterapkan sebagai kontainer tunggal, maupun pada Docker Swarm, Kubernetes, AWS EKS, dan lingkungan cloud serupa.

Sebagai bagian dari ekosistem Kaspersky Technology Alliance, solusi ini dapat diintegrasikan ke dalam penawaran keamanan perangkat keras dan perangkat lunak pihak ketiga, dengan dukungan kerja sama teknis yang komprehensif bagi para mitra.

"Pada akhirnya, Anda tidak dapat mengamankan apa yang tidak dapat Anda lihat. KAIP memberikan visibilitas kepada perusahaan terhadap bagian-bagian infrastruktur AI mereka yang selama ini tidak terlindungi. Kami mengembangkan solusi ini karena ancaman yang ada nyata dan terus berkembang, sehingga organisasi di Asia Pasifik tidak boleh mengambil risiko dengan mempelajari hal ini melalui pengalaman pahit," komentar Simon Tung, General Manager untuk wilayah ASEAN dan Asia Emerging Countries (AEC) di Kaspersky.

Berita Terkini

See More